BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) jenis Aerial Ladder guna meningkatkan kemampuan penanganan kebakaran pada bangunan bertingkat. Langkah ini menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda pertokoan tiga lantai di kota tersebut, yang proses pemadamannya memakan waktu cukup lama.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa kebutuhan akan armada Damkar jenis Aerial Ladder sudah sangat mendesak. Menurutnya, kejadian kebakaran beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata keterbatasan peralatan yang dimiliki saat ini.
“Seharusnya kita sudah punya Damkar Aerial Ladder itu. Kebakaran ruko lantai dua dan tiga kemarin terpaksa mobil Dinas Pekerjaan Umum (PU) kita turunkan,” ujar Ramlan, Sabtu (2/5).
Ia menjelaskan, perkembangan infrastruktur di Bukittinggi yang kini didominasi bangunan bertingkat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran. Unit Damkar standar dinilai tidak lagi mampu menjangkau titik api di ketinggian tertentu secara optimal.
“Sepertinya memang kita harus punya karena gedung kita sudah tinggi-tinggi. Kalau terjadi di lantai empat, tidak mungkin ditembak air dari bawah, tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Namun demikian, Ramlan mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengadaan armada tersebut. Harga satu unit Damkar Aerial Ladder diperkirakan mencapai lebih dari Rp5 miliar.
“Kendalanya hanya masalah uang saja karena harganya lumayan mahal, lebih dari Rp 5 miliar. Tapi bagaimanapun, ini tetap akan kita siapkan,” tegasnya.
Sebelumnya, kebakaran besar melanda bangunan ruko tiga lantai yang juga mencakup rumah dan warung milik warga di kawasan Jembes Tarok, Jumat (1/5). Api yang mulai berkobar sekitar pukul 15.45 WIB itu baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.00 WIB.
Proses pemadaman melibatkan sebanyak 16 unit Damkar yang berasal dari sembilan kabupaten dan kota di sekitar Bukittinggi, menunjukkan pentingnya kerja sama lintas daerah dalam penanggulangan bencana.
Wali Kota pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim Damkar dari berbagai daerah yang telah membantu proses pemadaman, di antaranya dari Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
“Kalau tidak dibantu kawan-kawan ini, mungkin tentu lama kita untuk mematikan api dan mendinginkan lokasi,” pungkasnya.
Akibat peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) terdampak. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (pry)





