AGAM/BUKITTINGGI

Pacu Kuda Wisata Derby jadi Magnet Pariwisata, Siap Jadi Agenda Tahunan, Digelar Dua Kali Setahun

×

Pacu Kuda Wisata Derby jadi Magnet Pariwisata, Siap Jadi Agenda Tahunan, Digelar Dua Kali Setahun

Sebarkan artikel ini
PUKUL GONG— Pemukukan gong tanda dimulainya ajang pacuan kuda bertajuk Wisata Derby 2026 di Galanggang Bukit Ambacang, Minggu (26/4).

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam menggelar ajang pacuan kuda bertajuk Wisata Derby 2026 di Gelanggang Bukit Ambacang, Minggu (26/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 80 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga provinsi tetangga.

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan tradisi lokal. Kehadiran peserta dari luar daerah turut menambah semarak acara sekaligus memperluas daya tariknya sebagai agenda regional yang potensial mendatangkan wisatawan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pacuan kuda sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, jadwal pelaksanaan akan diatur secara strategis agar tidak bertabrakan dengan kalender pacuan di daerah lain.

“Kita akan menetapkan pacuan kuda di Bukit Ambacang ini tetap dua kali setahun, April dan Desember, tanpa mengganggu kalender yang sudah ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan dua kali pelaksanaan setiap tahun penting untuk menjaga kesinambungan event sekaligus memberikan kepastian bagi pemilik dan pelatih kuda dalam mempersiapkan diri. Selain itu, pola tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas kompetisi secara bertahap.

Baca Juga  Rahman: IPM Wujud Nyata Membangun Generasi Muda

Lebih lanjut, Ramlan mengungkapkan adanya penyesuaian jadwal untuk konsep Wisata Derby yang selama ini menjadi daya tarik utama. Meski mengalami perubahan waktu pelaksanaan, ia memastikan esensi kegiatan tetap dipertahankan.

“Wisata Derby kita geser ke bulan Desember, sementara konsepnya tetap sama, hanya penamaan yang disesuaikan,” katanya.

Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan format kompetisi berjenjang yang lebih terstruktur melalui organisasi resmi olahraga berkuda tingkat provinsi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem perlombaan yang lebih kompetitif dan berstandar.

“Kami juga akan mengusulkan Triple Crown Pordasi Sumatera Barat dengan tiga seri jarak 1.400, 1.500, hingga 1.600 meter,” sebutnya.

Rangkaian Triple Crown tersebut dirancang untuk menguji kemampuan kuda dalam berbagai kategori jarak, sehingga menghadirkan persaingan yang lebih variatif dan menantang. Sistem ini juga membuka peluang lahirnya kuda-kuda unggulan dengan performa konsisten di berbagai lintasan.

Baca Juga  Tim Monev PKK Kabupaten Agam Kunjungi Tanjung Raya

Ramlan turut menyoroti pentingnya penjadwalan yang memperhatikan kondisi serta mobilitas kuda pacu, terutama yang berasal dari luar daerah seperti Pulau Jawa.

“Penjadwalan ini mempertimbangkan kondisi kuda, karena pada April banyak yang masih di Jawa, sedangkan Desember biasanya sudah kembali,” jelasnya.

Guna mendorong partisipasi lebih luas, pemerintah daerah memberikan sejumlah kemudahan bagi pemilik dan peternak kuda, termasuk keringanan biaya pendaftaran pada beberapa kategori lomba. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta sekaligus mendukung perkembangan peternakan kuda pacu di daerah.

Selain itu, dukungan anggaran dari pemerintah daerah juga akan terus diperkuat demi menjaga keberlanjutan event sebagai bagian dari pengembangan olahraga dan pariwisata.

Kegiatan Pacu Kuda Wisata Derby 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, melalui pemukulan gong. Prosesi pembukaan juga ditandai dengan penyerahan bendera gelanggang dari niniak mamak kepada panitia pelaksana sebagai simbol dimulainya perlombaan. (pry)