PAYAKUMBUH/50 KOTA

Akses Pendanaan Hijau Untuk Masyarakat Lima Puluh Kota, Pengelola Hutan Secara Aktif dan Lestari Terbuka Lebar

×

Akses Pendanaan Hijau Untuk Masyarakat Lima Puluh Kota, Pengelola Hutan Secara Aktif dan Lestari Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini
RAZIA RUTIN—Sejumlah personel Sat Pol PP Kota Payakumbuh saat menggelar razia kamtibmas pada pekan lalu.

LIAMPULUHKOTA, METRO— Badan Pengelola Da­na Lingkungan Hidup (BPDLH) memiliki berbagai target untuk mengurangi karbon di berbagai sektor. Ini di antaranya adalah sektor kehutanan, energi baru, sampah dan pe­ngembangan ekonomi sirkular. Untuk itu, BPDLH membuka akses seluasnya bagi masyarakat, terutama masyarakat Lima Puluh Kota untuk mendapatkan pendanaan hijau yang ditujukan bagi ma­syarakat yang aktif mengelola hutan dan lingkungan secara lestari.  “Kami titip pesan kepada Pak Bupati, agar jajarannya rajin mengakses website BPDLH untuk monitoring ber­bagai informasi bantuan kemudian menyebarluaskannya kepada ma­sya­rakat maupun kelompok masyarakat yang aktif dalam mengelola hutan maupun lingkungan,” ungkap Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto saat menjelaskan program BPDLH kepada Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, di ruangan rapat BPDLH, Jakarta, pekan lalu.  Turut hadir da­lam pertemuan, Staf Ahli Bupati Yulia Masna, Kepala Dinas PUPR Orlanda, serta Kepala Dinas LHPKP Nopriyadi Syukri.

Baca Juga  Kualitas Udara Menurun, Polres Limapuluh Kota Bagikan Ratusan Masker

Dalam pertemuan ter­sebut, dibahas sejumlah program strategis antara lain Perhutanan Sosial, Blended Finance Model (BFM), pngelolaan sampah, Pooling Fund kebencanaan, serta pengembangan Ekonomi Sirkular. Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana dari gerakan hijau ini dapat diwujudkan akses pendanaan yang nyata untuk rakyat Lima Puluh Kota melalui skema pendanaan seperti BFM, layanan dana ma­sya­ra­kat, dan fasilitas dana bergulir ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah secara terpadu.

Bupati Safni menegaskan bahwa kelompok-ke­lompok perhutanan sosial yang sudah produktif sa­ngat membutuhkan duku­ngan pembiayaan hijau yang berkelanjutan. Dukungan ini diperlukan untuk memperkuat usaha hutan rakyat, pengembangan produk kehutanan, ekowisata, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Akses pembiayaan hijau ini sangat dibutuhkan sehingga benar-benar menyentuh akar eko­nomi masyarakat yang men­­jadi penggerak utama da­lam pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Safni Sikumbang.

Menanggapi hal tersebut, Joko Tri Haryanto menunjukkan komitmen tinggi dengan membuka ruang sinergi lebih luas dan memberikan akses pendanaan yang dihimpun dari berbagai sumber global. Kerja sama ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, khususnya kelangsungan KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) yang telah dibentuk.

Baca Juga  DPRD Payakumbuh Inginkan Pasal LGBT Masuk Perda

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas rencana pembangunan Tempat Pembangunan Sampah terpadu sebagai salah satu langkah pelestarian lingkungan.

Bupati Safni menegaskan pentingnya dukungan dan kerja sama sinergis antara pemerintah dae­rah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan ling­kungan. Ia berharap kerja sama ini dapat semakin diperkuat melalui dukungan pendanaan dari BPDLH. “Kita perlu menyatukan persepsi bahwa pembangunan berkelanjutan yang berwawasan ling­kungan dapat tercapai dengan dukungan pendanaan dari BPDLH. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan pe­rekonomian masyarakat dengan memperhatikan dampak lingkungan,” pung­kasnya. (uus)