BERITA UTAMA

HUT ke-81 Tahun Sumbar, Tumbuh Meski Kondisi Tantangan Cukup Berat

×

HUT ke-81 Tahun Sumbar, Tumbuh Meski Kondisi Tantangan Cukup Berat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy

PROVINSI Sumatera Barat (Sumbar) memasuki usia ke-81 tahun, pada Kamis (1/10). Di usianya sekarang, daerah ini telah melalui proses panjang dalam melaksanakan pembangunan daerah, capaian ekonomi, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta berbagai prestasi dalam satu tahun terakhir.

Pemprov Sumbar saat ini dipimpin pasangan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Vasko Ruseimy. Kepemimpinan pasangan ini, telah melaksanakan pembangunan di berbagai sektor dengan kondisi tantangan yang cukup berat.

Di mana, pembangunan dilaksanakan dengan kondisi anggaran yang terbatas. Bahkan, satu tahun lebih periode kepemimpinan pasangan ini diuji dengan bencana alam bertubi-tubi yang berdampak kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Meski menghadapi tantangan yang berat, tidak membuat upaya Pemprov Sumbar patah arang. Bahkan, meski dilanda bencana, justru menjadikan Sumbar dae­rah paling responsif dan cepat oleh pemerintah pusat dalam penanganan bencana.

Dengan tantangan yang dihadapi, Pemprov Sumbar terus berinovasi memberikan pelayanan dan dorongan pertumbuhan ekonomi. “Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat. Sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi nantinya,”sebut Mahyeldi kemarin.

Dari sisi ekonomi, Sumbar menunjukkan pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sumbar pada triwulan I tahun 2026 sebesar 5,02 persen, sementara triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen. Angka ini jauh di atas ekspektasi banyak pihak mengacu kepada Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan tahun 2025 lalu yang hanya 3,7 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor. Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makan minum tumbuh paling tinggi sebesar 17,57 persen.

Baca Juga  Ribuan Botol Miras Dihancurkan Mesin Giling

Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 8,95 persen. Pengadaan listrik dan gas tumbuh 8,69 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh 13,01 persen. Konsumsi pemerintah meningkat 9,84 persen.

Kinerja perdagangan luar negeri juga mencatat perkembangan positif. Nilai ekspor Sumbar se­panjang Januari-Juni 2026 mencapai 1,568 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 22,33 persen dibanding periode yang sama 2025. Kinerja ekspor menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi daerah.

Dari sisi kesejahteraan, jumlah penduduk miskin Sumbar pada Maret 2026 tercatat 311,14 ribu orang atau 5,27 persen. Angka tersebut turun dari 312,30 ribu orang pada September 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2026 juga turun menjadi 5,51 persen, berkurang 0,18 poin dibanding Februari 2025.

Indikator pembangunan manusia turut menunjukkan peningkatan. BPS mencatat IPM Sumbar 2025 mencapai 77,27. Angka tersebut naik 0,84 poin atau 1,10 persen dibanding 2024 yang berada pada angka 76,43. Peningkatan IPM mencerminkan perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, serta standar hidup masyarakat.

Sektor pertanian juga menunjukkan perkembangan. Nilai Tukar Petani Sumbar pada Juni 2026 mencapai 131,62 atau naik 0,68 persen dibanding bulan sebelum­nya. Kinerja tersebut menunjukkan membaiknya daya tukar hasil produksi petani terhadap kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Pemprov Sumbar juga mempertahankan capaian dalam tata kelola keuangan. Pada 2026, pemerintah provinsi kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI.

Capaian tersebut menjadi WTP ke-14 secara berturut-turut. Penghargaan tersebut menunjukkan konsistensi pengelolaan keuangan daerah berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Baca Juga  Telah Beraksi di Sejumlah TKP di Sijunjung, Kawanan Pembobol Rumah Ditangkap Polisi

Pengembangan ekonomi syariah turut menjadi salah satu capaian Sumbar. Pada Anugerah Adinata Syariah 2026, Sumbar meraih peringkat kedua nasional kategori Rencana Aksi Daerah, peringkat kelima kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, serta peringkat keempat kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi. Capaian tersebut memperkuat agenda pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Memasuki usia 81 tahun, tantangan pembangunan Sumbar tetap besar. Pertumbuhan ekonomi perlu dijaga agar semakin inklusif. Pengurangan kemiskinan dan pengangguran perlu dilanjutkan. Sektor pertanian, UMKM, pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, serta perdagangan perlu diperkuat untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masya­rakat.

Mahyeldi berharap Hari Jadi Sumbar ke-81 akhirnya tidak hanya menjadi peringatan sejarah. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembangunan sekaligus memperkuat arah pembangunan berikutnya.

“Mari memaknai nilai perjuangan masa lalu perlu diterjemahkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan eko­nomi, perlindungan lingkungan, serta percepatan transformasi digital,” harapnya.

Pada momentum HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka atas pembangunan Sumbar.

Mahyeldi juga tidak lupa mengapresiasi seluruh tokoh, pejuang masa lalu dan sekarang, serta generasi muda yg selalu berjuang dan bangga atas keberadaan Sumbar di pentas nasional dan global. Baik yang berada di Rantau dan di Ranah Minang. (AD.ADPSB)