SOLOK, METRO — Setelah lebih dari seminggu mendata para korban musibah galodo, dan mengawasi perbaikan perbaikan kantor instansi pemerintahan serta rumah wargha terdampak, kini Bupati Solok Jon Firman Pandu, meninjau areal pesawaham warga yang terdampak bencana. Bupati Jon Firman Pandu melakukan peninjauan langsung kondisi areal persawahan masyarakat yang terdampak banjir bandang di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Solok, didampingi oleh Kadis Pertanian Deslirizaldi, Kalaksa BPBD Khairul dan Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Gerindra, Iskan Nofis, Selasa (29/9).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lahan pertanian sekaligus memastikan bagaimana langkah penanganan dan pemulihan dapat segera dilakukan oleh pemerintah.
Terlihat dalam peninjauan tersebut, Bupati Jon Firman Pandu melihat langsung kondisi sawah yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Dampak bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap lahan pertanian yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan kepada jajaran terkait agar penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Percepatan pemulihan lahan pertanian menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat dapat kembali mengolah sawah dan menjalankan aktivitas pertanian. “Kita minta segera dilakukan langkah-langkah pemulihan terhadap sawah masyarakat yang terdampak. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu untuk bisa kembali mengolah lahannya,” ujar Jon Firman Pandu.
Selain penanganan terhadap lahan yang terdampak, Bupati juga meminta agar dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap area persawahan yang mengalami kerusakan. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan penanganan dan dukungan yang akan diberikan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Solok juga akan memberikan dukungan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) bagi lahan pertanian yang terdampak dan memungkinkan untuk dipulihkan.
Bupati berharap melalui percepatan penanganan dan dukungan program Optimasi Lahan (Oplah) tersebut, lahan pertanian masyarakat di Kayu Aro dapat segera kembali produktif. “Yang terpenting sekarang bagaimana sawah masyarakat ini bisa segera dipulihkan dan kembali bisa ditanami, kalau lalai, takutnya masyarakat marah kepada kita nanti” tutupnya. (vko)






