BERITA UTAMA

Tuntaskan Studi S3, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Resmi Sandang Gelar Doktor, Kepala BKAD Sijunjung Defri Antoni juga Resmi Bergelar Doktor

×

Tuntaskan Studi S3, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Resmi Sandang Gelar Doktor, Kepala BKAD Sijunjung Defri Antoni juga Resmi Bergelar Doktor

Sebarkan artikel ini
WISUDA— Bupati Sijunjung Dr. Benny Dwifa Yuswir, S.STP. M.Si saat mengikuti prosesi wisuda S3 di Universitas Negeri Padang (UNP).

SIJUNJUNG, METRO— Bupati Sijunjung Benny Dwi­fa Yuswir, S.STP. M.Si, resmi menyandang gelar doktor se­telah menye­lesai­kan program studi S3 Kajian Ling­kungan dan Pem­ba­ngu­nan di Fakultas Eko­nomi dan Bisnis pada Universitas Ne­geri Padang (UNP).

Dr Benny Dwifa me­nga­takan bahwa pendidikan dok­toral yang ditempuhnya bukan se­mata untuk memperoleh gelar aka­demik, tetapi sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Bupati Sijunjung dua periode tersebut memulai program doktor pada masa periode pertama saat men­jabat Bupati Sijunjung. Di tengah kesibukan dan mengemban amanah sebagai bupati sejak 2020 hingga saat ini, tak mengalihkan perhatian Suami dari Nedia Fitri Guspardi untuk meraih gelar akademis.

Benny Dwifa Yuswir me­­nyandang gelar doktor setelah menuntaskan disertasi pada kajian lingkungan dan pembangunan de­ngan jdul, “Tobo Konsi sebagai Modal Sosial Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas di Per­kampungan Adat Sijunjung”.

Lulusan IPDN tahun 2008 itu resmi di wisuda pada periode ke-145 Program Doktor, Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Diploma Tahun 2026 yang digelar di Auditorium UNP, Senin (28/9) kemarin.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa didampingi istrinya, Nedia Fitri Benny Dwifa, kedua orang tuanya, H Yuswir Arifin dan Hj Endra Yuswir Arifin, serta mertuanya, H Guspardi Gaus dan Hj Nurhusni.

Baca Juga  Sumbar Dikepung Bencana Banjir dan Longsor, Ribuan Rumah Terendam, 11 Kabupaten Kota Terdampak, Fasilitas Umum Rusak, Akses Jalan Terputus

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ke­uangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sijunjung, Dr Defri Antoni, S.E., M.M., juga resmi menyandang gelar doktor dari UNP.

Dalam pesan dan kesannya sebagai perwakilan alumni UNP, Bupati Sijunjung mengatakan, pendidikan S3 ini bukanlah tentang gelar atau status akademis semata. “Ini adalah ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas diri, melatih ke­rangka berpikir yang lebih terstruktur, ilmiah dan bijaksana,” tutur Benny.

Dalam disertasinya, Dr Benny Dwifa menilai,  gotong royong, kepedulian, solidaritas dan tanggung jawab bersama yang terkandung dalam Tobo Konsi dapat menjadi kekuatan sosial dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Ia menilai pembangunan pariwisata berke­lanjutan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun investor. Masya­rakat lokal harus ditempatkan sebagai bagian utama yang terlibat, memiliki peran dan memperoleh manfaat dari pembangunan itu sendiri.

“Riset ini makin menegaskan keyakinan kami bahwa kekuatan terbesar sebuah daerah tidak terletak pada megahnya infrastruktur fisik semata, melainkan pada kebersamaan dan modal sosial ma­sya­rakatnya,” katanya.

Benny juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNP di Kabupaten Sijunjung melalui pengembangan perguruan tinggi, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk memperkuat kolaborasi dengan UNP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan da­erah.

Baca Juga  Kompor Gas Meledak, 4 Kios Ludes Terbakar

Menutup pesannya, Ben­ny mengajak seluruh wisudawan untuk tidak ber­­henti belajar. Menurutnya, ilmu yang diperoleh melalui pendidikan harus diwujudkan dalam karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Wisuda ini bukanlah titik akhir, melainkan garis start baru untuk bekerja lebih keras, berpikir lebih bijak dan melayani ma­sya­rakat dengan standar yang lebih tinggi,” tutur Benny.

Sebelumnya, Rektor UNP, Ir Krismadinata, Ph.D dalam pidatonya mengingatkan kepada lulusan untuk tidak berhenti pada raihan gelar ini, namun terus belajar, memimpin ma­sa depan inovator yang membumi, dan penggerak perubahan yang tidak tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami berharap dima­na­pun saudara berada, orang akan melihat bahwa lulusan UNP adalah lulusan yang cerdas pikirannya, baik budi pekertinya, tangguh langkahnya, dan luas manfaatnya. Cerita tentang jatuh dan bangkit, tentang ragu dan yakin, tentang sempit yang ditembus dengan sabar, tentang lelah yang dipikul dengan doa,” pungkasnya. (ndo)