SOLOK, METRO— Bencana banjir bandang atau galodo yang terjadi pada Senin malam (21/0) merusak belasan kantor dinas di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, rumah-rumah hingga bangunan tempat usaha milik warga sekitarnya.
Selain menghancurkan bangunan, bencana galodo ini juga mengakibatkan satu warga ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, satu orang dilaporkan hilang dan delapan orang mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Bahkan, puluhan kendaraan milik warga juga tertimbun material yang terbawa galodo. Sementara itu, hingga Selasa (22/9), material lumpur, kayu serta batu dengan ukuran cukup besar yang terbawa banjir bandang, masih berserakan dan menumpuk di kawasan tersebut.
Ratusan personel TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, Satpol PP dan relawan, bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana galodo. Mereka bahu membahu melakukan pembershihan material galodo. Beberapa unit alat berat dan dump truk juga dikerahkan.
Berdasarkan data sementata, sebanyak 11 kantor pemerintahan terdampak aantara lain DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, dan Setwan. 28 kendaraan rusak dan 32 warga mengungsi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul mengatakan, pihaknya masih melakukan upaya evakuasi serta mencari korban yang dilaporkan hilang dalam peristiwa banjir bandang itu. Dari data sementara puluhan bangunan baik milik pemerintah maupun milik warga mengalami rusak parah.
“Sejauh ini petugas masih fokus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban. Sejumlah alat berat diturunkan untu membersihkan sisa-sisa material batu dan lumpur yang menutup akses jalan, rumah-rumah warga serta area perkantoran,” kata Khairul.
Bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka malam itu membuat warga sekitar panik dan trauma. Air besar yang terjadi begitu cepat, membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya.
Dari kesaksian warga sekitar, menjelang kejadian kawasan Arosuka memang diguyur hujan lebat. Namun menjelang malam sekira pukul 20.10 WIB, warga dikagetkan dengan bunyi dentuman yang sangat keras.
Tidak lama berselang air bah yang membawa lumpur, batu dan kayu menerjang kawasan di sekitar kompleks perkantoran Pemkab Solok. Kejadian itu sontak membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Di tengah kondisi hujan dan lampu padam, warga yang saling berteriak minta tolong berupaya menyelamatkan diri dari terjangan galodo. Malam itu, material yang terbawa banjir juga menutup akses jalan utama Solok – Padang. Bahkan tunggul pohon besar ikut terseret banjir hingga tersangkut dijembatan.
Lumpur juga menimbun bagian lantai dasar Masjid Arosuka dengan ketinggian mencapai 2 meter. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua milik warga yang tengah parkir didepan masjid itu juga ikut tertimbun lumpur. Sebagian warga malam itu terpaksa mengungsi di rumah dinas Wakil Bupati Solok.
Sementara itu dari keterangan BPBD Kabupaten Solok, bajir bandang dipicu oleh tingginya intensitas hujan. Akibatnya sungai Batang Baliang yang berada disamping kompleks perkantoran Bupati Solok itu meluap dan menyapu kawasan disepanjang aliran sungai itu.
Satu Korban Ditemukan Meninggal
Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi tersangkut material kayu di aliran Sungai Koto Gaek, tepatnya di perbatasan dengan Jawi-Jawi, sejauh 4,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan, Tim SAR gabungan menemukan satu orang dalam kondisi tersangkut material kayu di aliran Sungai Koto Gaek, tepatnya di perbatasan dengan Jawi-Jawi, sejauh 4,5 kilometer dari lokasi kejadian.
“Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB. Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka untuk proses identifikasi,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik menambahkan, berdasarkan hasil identifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar melalui pemeriksaan sidik jari dan keterangan keluarga, korban diketahui bernama Daffia.
“Dengan ditemukannya Daffia, masih terdapat satu warga lainnya yang belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian. Korban yang masih hilang bernama Agusra (59), warga Kayuaro. Operasi pencarian akan terus kami lakukan,” tegas Abdul Malik.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Kompol Lukman Syafri Dandel Malik, membenarkan hingga pukul 18.00 WIB satu korban lainnya masih belum ditemukan.
“Sejauh ini korban yang hilang ada satu orang yang belum ditemukan. Dalam operasi pencarian dan penanggulangan bencana galodo di Arosuka, Kabupaten Solok ini, Brimob Polda Sumbar menurunkan 300 personel,” ujarnya.
Terpisah, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sumbar Pembina TK I dr Eka Purnama Sari mengatakan, korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Daffia Rahman (21), warga Kayuaro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok.
“Untuk korban luka, satu orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya mengalami luka ringan. Korban luka berat diketahui bernama Muhamad Nurzern (56). Ia mengalami syok hipovolemik, trauma pada bagian dada dan perut, serta patah tulang terbuka pada tumit kanan,” jelas dr Eka.
Menurut dr Eka, korban mendapat perawatan di RSUD Arosuka dan disarankan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.Sementara tujuh korban luka ringan masing-masing Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), Yurnalis (45), Affan (26), Sukarji (49), Sinol (32), dan Ulil Amri (34).
“Sebagian korban menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka setelah mendapatkan penanganan medis. Dua korban sebelumnya mendapat pertolongan di bidan terdekat karena akses menuju fasilitas kesehatan terbatas saat kejadian,” pungkasnya. (vko)






