BERITA UTAMA

Tragedi Kebakaran Maut di Batang Anai, Pasutri Tewas, Terpanggang dalam Kamar, Jenazah Korban Diautopsi di RS Bhayangkara

×

Tragedi Kebakaran Maut di Batang Anai, Pasutri Tewas, Terpanggang dalam Kamar, Jenazah Korban Diautopsi di RS Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Polisi bersama petugas Damkar mengevakuasi jenazah pasutri yang tewas dalam kebakaran di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman.

PDG. PARIAMAN, METRO– Tragedi kebakaran maut terjadi di   Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (24/7) sekitar pukul 01.45 WIB. Dua orang yang merupakan pasangan suami istri tewas terpanggang hidup-hidup di dalam rumahnya yang terbakar.

Kedua korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Nurlela (78), seorang ibu rumah tangga, dan Doni (50), yang bekerja sebagai petani. Jasad pasutri yang sudah gosong dilalap si jago merah, ditemukan petugas Damkar di dalam kamar usai api dipadamkan.

Lantaran menimbulkan korban jiwa, Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran. Bahkan, jasad kedua korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk dilakukan autopsi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal, mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya kebakaran di  Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, sekitar pukul 02.02 WIB. Setelah itu, pihaknya langsung mengerahkan armada dan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Tim langsung bergerak dari posko setelah menerima laporan. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 02.12 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Sejumlah armada dikerahkan dalam proses pemadaman.  Api berhasil dipadamkan setelah selama satu jam,” kata Rifki kepada wartawan.

Baca Juga  Siswa MAN 4 Jakarta Ratu Dinara Nafeeza jadi Peserta Terbaik Vogue Winter Break di AS

Dijelaskan Rifki, setelah pemadaman selesai, petugas melakukan penyisiran di dalam rumah hingga ditemukanlah kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di kamar. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan autopsi.

“Selain menelan korban jiwa, satu unit mobil dan dua unit sepeda motor milik korban turut terbakar dalam kejadian tersebut. Kerugian ditaksir sebesar Rp500 juta. “Hingga kini, petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang menghanguskan rumah,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi mengatakan, setelah adanya laporan kebakaran, pihaknya bersama personel Polres Padangpariamanlangsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat TKP sekaligus membantu proses penanganan kebakaran.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.20 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung hingga api benar-benar padam sehingga tidak lagi mengancam bangunan di sekitar lokasi,” jelas dia.

Baca Juga  Konflik Lahan Berlarut, Warga Minta Bupati Dharmasraya jadi Penengah

Iptu Wadriadi menambahkan, usai kebakaran berhasil dikendalikan, personel kepolisian bersama Unit Identifikasi Polres Padangpariaman melakukan olah TKP guna mengungkap penyebab kebakaran. Selain itu, petugas juga mengevakuasi kedua korban yang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Jenazah Nurlela dan Doni kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang menggunakan ambulans Puskesmas Pasar Usang untuk menjalani autopsi. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” tutur dia.

Polisi Lakukan Autopsi

Jenazah pasangan suami istri korban kebakaran di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, saat ini sudah berada di RS Bhayangkara. Autopsi jenazah korban dijadwalkan dilakukan Tim Dokter Forensik pada Jumat (24/7).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr Harry Andromeda membenarkan pihaknya melakukan autopsi terhada kedua jenazah korban kebakaran. Menurutnya, autopsi dilakukan berdasarkan permintaan penyidik kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan.

“Rencana sore ini dilakukan autopsi sesuai permintaan penyidik. Hasil autopsi ini diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap penyebab kematian kedua korban. Akan kami infokan hasil autopsi nantinya,” pungkasnya. (*)