PDG. PARIAMAN, METRO—Pasar Kayu Tanam di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, dilanda kebakaran besar, pada Rabu (22/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Namun, suasana pasar yang saat itu ramai dengan aktivitas jual beli, seketika berubah menjadi kepanikan. Para pedagang berusaha menyelamatkan barang-barangnya dari dalam toko atau kiosnya. Sedangkan beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Tak berselang lama, 10 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api yang membakar toko-toko di pasar tersebut. Petugas pun sempat dibuat kewalahan karena banyaknya material yang mudah terbakar hingga membuat api cepat membesar.
Setelah dua jam lebih berjibaku, kebakaran besar itu berhasil dipadamkan. Pihak Kepolsiian kemudian memasang police line di lokasi untuk melakukan olah TKP. Tercatat, ada 15 toko yang hangus dilalap si jago merah. Bahkan, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 2,5 miliar.
Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, Iptu Deni Kurniawan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, Nasrul Tanjung (55), kepulan asap tebal pertama kali terlihat membumbung tinggi dari sebuah bangunan kedai sekaligus tempat tinggal milik warga bernama Eri Lonong.
“Melihat kobaran api dan kepulan asap tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan dan memberitahukan kepada warga sekitar pasar. Warga yang panik kemudian bahu-membahu berupaya melakukan pemadaman awal sembari menghubungi dinas pemadam kebakaran,” ungkap Iptu Deni.
Menurut Iptu Deni, sekitar pukul 10.25 WIB, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padangpariaman tiba di lokasi. Proses pemadaman turut mendapat bantuan lintas wilayah, di antaranya Unit Damkar Kota Padang Panjang, Unit Damkar Kabupaten Tanahdatar, Unit Damkar Kabupaten Agam, Unit Damkar Kota Bukittinggi serta personel TNI, Polri dan masyarakat setempat.
“Api baru berhasil dijinakkan dan dipadamkan secara total sekitar pukul 12.20 WIB setelah petugas berjuang selama lebih dari dua jam di lapangan. Tercatat ada 15 petak toko dan ada beberapa tempat tinggal yang terdampak,” ujar Iptu Deni.
Selain itu kata Iptu Deni, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa (NIHIL) dalam insiden kebakaran ini. Saat ini, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Padang Pariaman telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api.
“Sementara itu, penanganan pascakebakaran bagi para korban yang terdampak akan ditangani langsung oleh Pemda Kabupaten Padangpariaman. Saat ini tim masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lokasi untuk memastikan sumber api dari kebakaran ini,” tegas dia.
Terpisah, Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal mengatakan, api sudah padam setelah dua jam proses pemadaman dan pendinginan. Menurutnya, sebanyak 10 armada damkar dikerahkan dalam proses pemadaman. Unit damkar yang diturunkan terdiri dari Padangariaman, Agam, Padangpanjang, Pariaman hingga Bukittinggi.
“Ada toko yang juga langsung dijadikan tempat tinggal, itu ada lima kepala keluarga. Hasil keterangan dari saksi-saksi di lokasi, api bersumber dari dapur di satu toko. Diduga, terjadi kebocoran gas elpiji saat memasak,” ujar Rifki.
Meskipun demikian, kata Rifki, kasus kebakaran diserahkan ke kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Rifki mengungkapan, untuk kerugian kebakaran ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
“Untuk penanganan awal pascakebakaran, Pemkab telah mendirikan posko darurat dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pedagang yang terdampak. Ativitas jual beli di Pasar Kayu Tanam dipastikan tetap berjalan. Pasar ini hanya buka pada hari Rabu dan Sabtu sehingga masyarakat tetap beraktivitas,” tutupnya. (ozi)






