METRO NASIONAL

Otis Hahijary Soroti Kinerja Menpar Widiyanti, Singgung Capaian Pariwisata

×

Otis Hahijary Soroti Kinerja Menpar Widiyanti, Singgung Capaian Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Otis Hahijary Soroti Kinerja Menpar Widiyanti, Singgung Capaian Pariwisata

JAKARTA, METRO — Tokoh media sekaligus pengusaha nasional Otis Hahijary menilai kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menunjukkan peningkatan yang signifikan. Penilaian tersebut disampaikan Otis berdasarkan sejumlah indikator yang mencerminkan perkembangan sektor pariwisata nasional dalam beberapa waktu terakhir.

“Widi improve a lot. Dilihat dari angka-angka juga kan,” ujar Otis Hahijary kepada Posmetro Padang melalui pesan WhatsApp, Minggu, (19/7/2026).

Pernyataan tersebut hadir di tengah berbagai capaian sektor pariwisata yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, devisa pariwisata Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$18,27 miliar atau sekitar Rp305,47 triliun, tertinggi dalam sejarah. Nilai tersebut tumbuh sekitar 9,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu ditopang oleh 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025.

Tren positif berlanjut pada 2026. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara tercatat 523,22 juta perjalanan atau naik 2,86 persen.

Baca Juga  Rakornas Pariwisata: Pariwisata 2025, Sumbang Devisa Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebaliknya, perjalanan wisata warga Indonesia ke luar negeri pada Januari–Mei 2026 tercatat 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kementerian Pariwisata menilai kondisi tersebut menunjukkan destinasi wisata domestik tetap memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan produk wisata juga terus diperluas. Indonesia tercatat sebagai negara dengan nilai wellness economy terbesar di Asia Tenggara pada 2024 dengan nilai mencapai US$55,77 miliar. Secara global, menurut Global Wellness Institute, ekonomi berbasis kesehatan dan kebugaran diproyeksikan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Penguatan ekosistem pariwisata juga terlihat dari perkembangan desa wisata. Hingga 25 Juni 2026, Jejaring Desa Wisata (Jadesta) mencatat terdapat 6.275 desa wisata di Indonesia yang terdiri atas 4.895 desa rintisan, 1.015 desa berkembang, 329 desa maju, dan 36 desa mandiri.

Baca Juga  Soal Saham Freeport, Haris Azhar Blak-blakan Akui Pernah Telepon Luhut Binsar

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional juga tetap terjaga. Kementerian Pariwisata mencatat sektor ini menyumbang sekitar lima persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat pada awal 2026.

Selain indikator sektor pariwisata, aspek tata kelola pemerintahan juga mencatat capaian tersendiri. Kementerian Pariwisata kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-11 secara berturut-turut sejak 2015.

Pada tahun anggaran yang sama, Kementerian Pariwisata merealisasikan 95,52 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1,48 triliun, yang mencerminkan tingkat penyerapan anggaran sesuai dengan laporan keuangan kementerian. (Jefli)