PAYAKUMBUH/50 KOTA

Satu Event Satu Nagari Pemko Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, “Manjopuk Sumando” sebagai Wisata Edukasi Budaya

×

Satu Event Satu Nagari Pemko Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, “Manjopuk Sumando” sebagai Wisata Edukasi Budaya

Sebarkan artikel ini
EVENT NAGARI— Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari.

PAYAKUMBUH, METROPemko Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui pe­ngembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, yang mengangkat tradisi lokal sebagai atraksi wisata edukatif sekaligus media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadas­warman secara resmi mem­buka kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Sa­lingka Nagari bertema “Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan” di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Dt. Parmato Alam, Dt. Mantiko Alam, jajaran KAN Limbukan, Bundo Kanduang, niniak mamak, tokoh ma­sya­rakat, serta kepala perangkat daerah di lingku­ngan Pemerintah Kota Pa­yakumbuh.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman mengatakan kegiatan tersebut telah masuk dalam Kalen­der Event Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh sebagai bagian dari program pengemba­ngan pariwisata berbasis budaya.

Menurutnya, setiap nagari memiliki kekayaan tradisi yang layak diperkenalkan kepada ma­sya­rakat luas sehingga dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah. “Melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya seperti prosesi Manjopuk Sumando, tetapi juga men­­jadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian ma­sya­rakat,” kata Elzadaswarman.

Baca Juga  Buka Lomba Pacu Rakit di Piobang, Kapolres Payakumbuh Tebar Puluhan Ribu Bibit Ikan

Ia menambahkan, posisi Kota Payakumbuh sebagai daerah perlintasan membuat arus moder­nisasi berkembang sangat cepat. Karena itu, pelestarian adat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga nilai-nilai budaya sekaligus membentuk karakter generasi mu­da. Elzadaswarman juga mengapresiasi sinergi Camat, LKAAM, KAN, Bundo Kanduang, niniak mamak, dan seluruh elemen masyarakat Nagari Limbukan yang terus men­jaga kelestarian adat di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur ma­syarakat menjadi kekuatan utama dalam memastikan tradisi Minangkabau tetap hidup dan diwariskan kepada generasi be­rikutnya. Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mendorong penyusunan aturan adat tertulis di tingkat nagari sebagai pedoman dalam menjaga keberlangsungan tradisi. “Aturan tersebut bukan untuk membatasi, tetapi menjadi pedoman agar adat tetap terpelihara, memiliki arah yang jelas, dan dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada ge­nerasi mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengajak ge­nerasi muda, termasuk Ka­rang Taruna, agar terlibat aktif dalam setiap ke­giatan adat sehingga proses pewarisan nilai-nilai budaya dapat berlangsung secara berkesinambungan. Pergelaran yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan kesenian tradisional talempong pacik oleh Bundo Kanduang Nagari Limbukan. Puncak kegiatan di­tandai dengan peragaan prosesi adat “Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan” yang diperankan niniak mamak setempat. Pro­sesi tersebut menjadi sarana edukasi bagi ma­syarakat dan wisatawan untuk mengenal tata cara adat pernikahan Minangkabau, sekaligus menarik perhatian pengunjung yang hadir.

Baca Juga  Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Diskominfo PerkuatBudaya Kerja Bersih

Program Satu Event Satu Nagari yang di­kem­bangkan Pemerintah Kota Payakumbuh diharapkan mampu memperkuat promosi budaya daerah se­kaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata lokal. Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan manfaat melalui pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, meningkatnya kunjungan wisata, tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta semakin kuatnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya sebagai identitas Kota Payakumbuh. (uus)