PAYAKUMBUH/50 KOTA

Lestarikan Warisan Minangkabau, Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang

×

Lestarikan Warisan Minangkabau, Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN— Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, Dt. Bijo Dirajo Nan Kuniang usai meresmikan pemugaran Cagar Budaya Masjid Tuo Ampang Gadang di Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

LIMAPULUHKOTA, METRO— Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Dt. Bijo Dirajo Nan Kuniang meresmikan pemugaran Cagar Budaya Masjid Tuo Ampang Gadang di Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat (19/6). Pemugaran tersebut men­jadi bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Masjid Tuo Ampang Gadang yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1822 memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan religius yang tinggi bagi masyarakat Minangkabau.

Kegiatan pemugaran dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wi­layah III Provinsi Suma­tera Barat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Dt. Bijo Dirajo Nan Kuniang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang. Ia mengatakan, pemugaran tersebut akan dilanjutkan, termasuk terhadap bagian menara mas­jid yang memiliki nilai sejarah dan keunikan arsitektur.

“Insya Allah tahun ini juga akan kita laksanakan pemugaran menaranya. Kalau melihat desainnya, menara ini merupakan perpaduan akulturasi budaya lokal dan Asia Tengah,” ujar Menbud Fadli Zon.

Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan telah melakukan pemugaran terhadap sekitar 150 situs cagar budaya melalui pendanaan APBN serta dukungan kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat.

Menurutnya, Kabupa­ten Lima Puluh Kota memiliki banyak situs penting yang perlu mendapat perhatian, salah satunya kawasan Menhir Maek yang tengah didorong untuk ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. “Di Ka­bupaten Lima Puluh Kota banyak situs penting, termasuk Menhir Maek. Kalau memungkinkan tahun ini juga akan kita tetapkan sebagai cagar budaya nasional,” katanya.

Menbud Fadli Zon berharap, pelestarian Masjid Tuo Ampang Gadang tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga men­jadikan masjid tersebut sebagai pusat kegiatan keagamaan, kebudayaan, sosial, serta destinasi wisata sejarah dan religi yang berdampak pada perekonomian ma­syarakat.

Baca Juga  Irfendi Arbi Pantau Penyaluran Bantuan di 3 Nagari

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian Mas­jid Tuo Ampang Gadang yang menjadi salah satu bukti sejarah perjalanan spiritual ma­sya­rakat Minangkabau.

Bupati Safni Sikumbang juga mengusulkan pembangunan Balai Adat Luak Nan Bungsu kepada Menteri Kebudayaan, pe­ngembangan Monumen Bala Negara, serta duku­ngan penetapan kawasan Menhir Maek sebagai cagar budaya nasional. “Ka­mi yakin program ini sejalan dengan prioritas nasional di bidang kebudayaan dan menjadi bagian dari pembangunan Ka­bupaten Lima Puluh Kota,” ujar Bupati Safni Sikumbang.

Turut hadir dalam ke­giatan tersebut Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha, anggota DPRD Sumatera Barat, kepala perangkat daerah, niniak mamak, tokoh ma­syarakat, serta tamu undangan lainnya. (uus)