BERITA UTAMA

Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat, Disbud Sumbar Usung Tema “Adaik Di Paga Malu, Syara di Paga jo Hakikat”

×

Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat, Disbud Sumbar Usung Tema “Adaik Di Paga Malu, Syara di Paga jo Hakikat”

Sebarkan artikel ini
ANGGOTA DPRD Provinsi Sumbar H. Irsyad Syafar Lc, M.Ed bersama bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat diwakili, Kabid Jarahnitra, Zardi Syahrir, bersama peserta bimtek berfoto bersama usai pembukaan acara.

DINAS Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat bertema “Adaik Di Paga Malu, Syara di Paga jo Hakikat” di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, 19-21 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 60 pemangku adat dari berbagai daerah di Sumbar.

Ketua Panitia, Ridho Arifandi, mengatakan ke­gia­tan tersebut diinisiasi Dinas Kebudayaan Sumbar dengan dukungan da­na pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar, H. Irsyad Syafar, Lc, M.Ed. Menurutnya, bimtek ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pe­mangku adat agar mam­pu menjalankan perannya di tengah tantangan globalisasi dan berbagai gejala sosial yang dapat menggerus adat serta budaya Minangkabau,” ujarnya.

Baca Juga  Reydonnyzar Moenek Tampil Memukau di Depan Gerindra

Ridho menjelaskan, ke­giatan ini juga menjadi bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam memper­kuat pembinaan ma­sya­rakat adat sebagaimana tertuang da­lam RPJMD­ Sumbar 2025-2029. Sejumlah narasumber di­ha­­dir­kan untuk memba­has berbagai persoalan so­sial yang berpotensi mengganggu kelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kabid Sejarah, Adat dan Nilai Tradisi, Zardi Syahrir, menegaskan bahwa kebuda­yaan merupakan identitas masyarakat Sumbar yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi dalam membangun masa depan. Karena itu nilai-nilai adat harus terus dihidupkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah,” katanya.

Baca Juga  Polda Sumbar Musnahkan 3 Kg Sabu Hasil Tangkapan, Kombes Ade: Tersangka Miliki Jaringan Malaysia-Aceh

Anggota DPRD Sumbar, H. Irsyad Syafar, mengatakan keberlangsungan sebuah kebuda­yaan sangat ditentukan oleh kuatnya nilai dan ideologi yang menjadi landasannya. Ka­rena itu, nilai-nilai adat harus mam­pu diaktualisasikan sesuai per­kem­bangan zaman.

“Adat bukan hanya milik masa lalu, tetapi wa­risan yang harus terus dijaga, dirawat dan diwariskan kepada generasi yang akan datang. Melalui bim­tek ini, kami berharap niniak mamak semakin memahami tugas dan fung­si­nya sehingga benar-benar mampu menjadi teladan, ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito bagi kaumnya,” ujarnya. (***)