METRO PESISIR

Bupati Kampar Studi Tiru PilwanaSerentak Padangpariaman

×

Bupati Kampar Studi Tiru PilwanaSerentak Padangpariaman

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN CINDERA MATA—Bupati Padangpariaman J ohn Kenedy Azis, saat serahkan cindra mata pada Bupati Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Ahmad Yuzar,

PDG.PARIAMAN, METROBupati Kabupaten Kam­par, Provinsi Riau, Ahmad Yuzar, kemarin, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar me­lakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kabupaten Padangpariaman dalam rangka studi tiru terkait pelaksanaan Pemilihan Walinagari (Pilwana) serentak. Rombo­ngan diterima langsung oleh Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis di­dampingi para asisten, staf ahli, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Ma­sya­rakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padangpariaman di Rumah Dinas (Pendopo) Bupati Padangpariaman, kemarin.

Dalam kesempatan ter­sebut, Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan Pilwana Serentak yang saat ini tengah dipersiapkan oleh Peme­rintah Kabupaten Padangpariaman.

Menurutnya, Kabupaten Kampar dalam waktu dekat juga akan melaksa­nakan pemilihan kepala de­sa secara serentak. Oleh karena itu, pengalaman dan kesiapan Kabupaten Padangpariaman dinilai sangat penting sebagai referensi dalam menyu­sun tahapan pelaksanaan, regulasi, hingga penganggaran kegiatan tersebut.

“Kami ingin mengeta­hui secara langsung ba­gaimana pelaksanaan Pilwana Serentak di Kabupaten Padangpariaman, mulai dari tahapan awal persiapan, pembentukan panitia, proses pencalonan, ta­hapan kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Selain itu, kami juga ingin mempelajari pola penganggaran yang diterapkan sehingga pelaksanaan Pilwana dapat berjalan dengan baik, efektif, dan lancar,” ujar Ahmad Yuzar.

Baca Juga  Antisipasi Caleg Gagal Berpotensi Depresi, RSUD M Zein Painan Miliki Dokter Jiwa

Ia menilai Kabupaten Padangpariaman merupakan salah satu daerah yang memiliki pengalaman dan kesiapan yang baik dalam penyelenggaraan Pilwana Serentak, sehingga layak dijadikan rujukan bagi daerah lain yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa maupun wali nagari secara serentak.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman, John Ke­nedy Azis, menyambut baik kunjungan Pemerintah Ka­bupaten Kampar dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk berbagi pengalaman terkait penyelenggaraan Pilwana Serentak.

Menurut JKA, Pilwana Serentak merupakan momentum penting dalam memperkuat demokrasi di tingkat nagari. Karena itu, seluruh tahapan harus di­persiapkan secara matang agar pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan pemimpin yang memperoleh legitimasi kuat dari masyarakat. “Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan informasi. Prinsipnya, seluruh tahapan Pilwana harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari regulasi, penganggaran, pembentukan panitia, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pengamanan saat pemungutan suara. Semua proses harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga  Kota Pariaman di Jambore Kader PKK Sumbar, Sukses Pertahankan Juara Umum

Pada pertemuan tersebut, jajaran DPMD Kabupaten Padangpariaman turut memaparkan secara rinci tahapan pelaksanaan Pilwana Serentak, mulai dari penyusunan regulasi, pembentukan panitia pemilihan di tingkat nagari dan kabupaten, mekanisme pencalonan, penetapan daftar pemilih, pelaksa­naan kampanye, hingga persiapan pemungutan dan penghitungan suara.

Selain membahas aspek teknis penyelenggaraan, kedua pemerintah daerah juga berdiskusi mengenai skema pendanaan Pilwana, meliputi sumber pembiayaan, pengalokasian anggaran pada setiap tahapan, serta stra­tegi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat pemerintahan nagari dan desa.

Pertemuan berlangsung dalam suasana ha­ngat, penuh keakraban, dan semangat kolaborasi. Ke­giatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antardaerah sekaligus men­jadi sarana berbagi pe­ngalaman dalam mewujudkan tata kelola perinatal desa dan nagari yang semakin baik, demokratis, partisipatif, serta berorientasi pada pelayanan ma­syarakat. (efa)