AGAM/BUKITTINGGI

Agam-Bukittinggi Bahas Tahap Lanjutan Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin, Fokus Pengadaan Lahan Terdampak PSN

×

Agam-Bukittinggi Bahas Tahap Lanjutan Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin, Fokus Pengadaan Lahan Terdampak PSN

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Pemko Bukittinggi bersama Pemkab Agam melaksanakan rapat koordinasi membahas pembangunan tol Bukittinggi-Sicincin dengan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (8/6).

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam mulai membahas tahapan lanjutan pembangu­nan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Pertemuan tersebut difokuskan pada perencanaan pengadaan lahan yang berpotensi terdampak proyek strategis nasional tersebut.

Pembahasan awal dilaksanakan dalam rapat koordinasi yang mempertemukan unsur pimpinan kedua daerah dengan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (8/6).

Rapat dihadiri Bupati Agam Benni Warlis, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sekre­taris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi, serta perwakilan Kementerian PU, di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wisnu Priambodo dan Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil PU Sumatera Barat M. Syahril.

Bupati Agam Benni Warlis menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan tahap awal dari rangkaian proses yang akan dilaksanakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dan potensi dampak yang mungkin muncul selama pembangunan jalan tol berlangsung.

Baca Juga  Kejagung Terbitkan Surat Rahasia, Minta Seluruh Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan untuk jaga Marwah Institusi

Menurutnya, terdapat empat tahapan yang akan dijalankan sebelum proyek memasuki tahap pelaksanaan. Pada tahap awal, pemerintah akan melakukan studi kelayakan atau feasibility study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).

“Ini baru tahapan awal. Kita akan menyatukan persepsi, menampung aspirasi, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang kemungkinan timbul selama proses pembangunan,” ujar Benni Warlis.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap ta­hapan perencanaan agar berbagai aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dengan baik, terutama bagi warga yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak.

Kawasan Kecamatan Sungai Pua, Candung, dan Banuhampu menjadi beberapa wila­yah yang diperkirakan akan terdampak oleh rencana pembangunan ruas tol tersebut.

Karena itu, Benni mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan forum koordinasi sebagai sarana mencari solusi terbaik demi kepentingan ma­syarakat luas.

“Mari kita manfaatkan forum ini untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi, sehingga tidak ada ma­syarakat ataupun sanak saudara kita yang merasa dirugikan,” katanya.

Baca Juga  45 SMP Segera Laksanakan UNBK

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin. Menurutnya, kebera­daan jalan tol tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.

“Jika pembangunan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masya­ra­kat, tentu kita mendukung,” te­gas Ramlan.

Ia menambahkan, pemerintah akan memastikan seluruh proses pengadaan dan pembebasan lahan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Setiap pemilik tanah maupun pelaku usaha yang terdampak proyek akan mendapatkan perhatian dan hak yang semestinya.

“Kita ingin pembangunan berjalan tanpa merugikan pemilik tanah maupun pelaku usaha yang terdampak,” ujarnya.

Melalui koordinasi awal ini, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berharap proses perencanaan pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin dapat berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan kepentingan masyara­kat di kawasan yang akan dilalui proyek tersebut. (pry)