SOLOK, METRO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solok terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Khususnya bagi ibu dan anak. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Pertemuan Koordinasi Implementasi Layanan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Solok, Hartini menekankan pentingnya kolaborasi antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, terutama bagi ibu dan anak. “Koordinasi dan kolaborasi antar fasilitas kesehatan sangat penting untuk memastikan pelayanan yang terintegrasi, berkualitas, dan berkesinambungan. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan layanan kesehatan ibu, anak, gizi, dan kesehatan reproduksi berjalan optimal, terintegrasi, serta berkesinambungan di Kota Solok.
Pertemuan diikuti oleh kepala puskesmas se-Kota Solok, penanggung jawab program KIA, gizi dan kespro puskesmas, penanggung jawab pustu, bidan praktik mandiri (BPM), hingga kepala ruangan kebidanan dan perinatologi rumah sakit maupun RSIA se-Kota Solok.
Pertemuan koordinasi ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Fionaliza, MKM, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Helwi Nofira, Sp.OG, serta Dokter Spesialis Anak dr. Fatmah Sindi, Sp.A.
Para narasumber menyampaikan berbagai materi terkait penguatan implementasi pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanganan masalah gizi, pelayanan kesehatan reproduksi, hingga percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Dalam pemaparannya, dr. Fionaliza menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan keterlibatan aktif seluruh tenaga kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit. “Pelayanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi menjadi kunci dalam menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan anak. Karena itu, komitmen dan kolaborasi seluruh tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar layanan berjalan sesuai standar dan semakin optimal,” kata dr. Fionaliza. (vko)






