PADANG, METRO–Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat terus digalakkan melalui kolaborasi lintas sektor. KSPPS BMT Al-Fataya Payakumbuh, resmi menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis bersama Dompet Dhuafa dan Universitas Andalas dalam sebuah seremoni yang digelar di Istana Gubernur Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif program pemberdayaan ekonomi pasca bencana di Sumatera Barat yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa melalui gerakan Indonesia Berdaya. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Dalam kerja sama ini, BMT Al-Fataya berperan sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang akan mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui program microfinance. Bersama Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, BMT Al-Fataya akan berkontribusi dalam mendorong tumbuhnya usaha produktif masyarakat dengan pendekatan berbasis syariah. Penandatanganan MoU ini melibatkan tiga pihak utama, yaitu Dompet Dhuafa, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang dalam program pemberdayaan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi juga diperluas melalui kemitraan dengan Universitas Andalas dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam memutus rantai kemiskinan serta mendorong kemandirian ekonomi umat di Sumatera Barat.
Ketua KSPPS BMT Al-Fataya, Edhie Kusmana, S.Ag, MM, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum penting dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang berdaya dan berkelanjutan. “Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi ikhtiar bersama untuk membangkitkan kemandirian ekonomi umat berbasis nilai-nilai syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan.”
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa BMT Al-Fataya berkomitmen untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro berbasis syariah. Pada kesempatan tersebut, Ketua KSPPS BMT Al-Fataya menyerahkan buku berjudul “Blueprint Ekonomi Umat Berbasis Masjid” kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebagai simbol kontribusi pemikiran dalam membangun kemandirian ekonomi umat yang terintegrasi dengan peran strategis masjid. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam mempererat sinergi antara lembaga filantropi, pemerintah, akademisi, dan lembaga keuangan syariah dalam membangun masa depan ekonomi umat yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan. (uus)






