PASAMAN, METRO–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman menyebabkan aliran sungai di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, meluap pada Selasa sore (14/4). Bencana ini menghanyutkan dua warga saat mobil yang mereka tumpangi terjebak banjir.
Kedua korban bernama Dewi Ayati (50) dan Meji Ardi (37), yang berdomisili di kawasan Plasma 4 Blok M, Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ini nekat keluar dari mobil dengan membuka pintu untuk menyelamatkan diri.
Namun, saat mencoba keluar dari mobil, derasnya luapan arus sungai justru menyeret kedua korban ke dalam aliran air. Hingga kini, warga bersama Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua korban meski terkendala derasnya arus sungai.
Hal tersebut, dibenarkan Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar. Ia mengatakan dua korban yang hanyut berasal dari Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Peristiwa hanyutnya korban terjadi di jembatan dekat Kantor Wali Nagari Alahan Mati, tepatnya di aliran Batang Air Tangkulan, setelah banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
“Ketinggian air bervariasi, bergantung pada kondisi aliran sungai yang memiliki banyak cabang di wilayah tersebut. Ada yang setinggi lutut orang dewasa, tapi arusnya cukup deras,” terangnya.
Rivo Niswar menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, dan belum ada laporan warga yang mengungsi.
“Selain dua korban hanyut, banjir juga menyebabkan lima warga terjebak di kawasan Kampung Marapak, Jorong Guguak Salareh Aia, Nagari Alahan Mati Hilia. Dari lima orang tersebut, satu di antaranya merupakan balita,” ujar Rivo.
Video yang beredar memperlihatkan air sungai meluap hingga merendam sawah dan masuk ke rumah warga, membawa material lumpur serta batang kayu berukuran besar. Sejumlah ruas jalan penghubung antara Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat sempat terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan tim reaksi cepat (TRC) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“TRC sudah bergerak ke lapangan. Untuk sementara, data terkait dampak dan korban masih dalam pendataan. Informasi dari keluarga, keduanya hendak menuju Bukittinggi untuk menghadiri acara wisuda. Mereka menggunakan mobil Toyota Innova dengan nomor polisi BA 1841 SB,” ujar Mardianto.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima informasi kejadian tersebut dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada pukul 19.03 WIB. Berdasarkan laporan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
“Kami telah menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia, di mana dua orang korban terseret arus sungai di wilayah Kabupaten Pasaman. Identitas korban diketahui bernama Dewi Hayati, seorang perempuan, dan Meji Ardi, laki-laki,” ujarnya.
Insiden itu, kata Abdul Malik, bermula saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke jalanan. Mobil yang dikendarai kedua korban terjebak di tengah kepungan banjir.
“Saat mobil terjebak, kedua korban berupaya menyelamatkan diri dengan membuka pintu mobil untuk keluar. Namun, nahas, kuatnya arus sungai langsung menyeret keduanya masuk ke dalam aliran sungai yang sedang meluap,” tambahnya.
Abdul Malik menuturkan, setelah adanya laporan, Kantor SAR Padang melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman langsung menggerakkan tim menuju lokasi kejadian.
“Sebanyak enam personel Rescue dari Pos SAR Pasaman telah diberangkatkan pada pukul 19.20 WIB. Estimasi perjalanan darat menuju lokasi menempuh waktu sekitar 2 jam 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 76,4 kilometer,” jelasnya.
Dalam operasi ini, kata Abdul Malik, tim dibekali dengan berbagai peralatan khusus, di antaranya Rescue Car, LCR (Landing Craft Rubber) beserta motor tempel, Perahu rafting,Peralatan SAR air dan evakuasi, Peralatan medis dan komunikasi.
“Faktor penghambat utama saat ini adalah hujan yang masih turun dan arus sungai yang sangat kuat. Namun, sesuai semangat Quick Action, tim kami tetap berupaya maksimal melakukan koordinasi dan penyisiran awal di lokasi,” pungkasnya. (*)






