PAYAKUMBUH/50 KOTA

Bencana Terus Berulang, Kerugian Ditaksir Capai Rp4,5 M di Kabupaten Lima Puluh Kota

×

Bencana Terus Berulang, Kerugian Ditaksir Capai Rp4,5 M di Kabupaten Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini
PERSIAPKAN JEMBATAN DARURAT—Tim gabungan mempersiapkan jembatan darurat karena jalan putus.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bencana tanah longsor dan banjir diawal tahun 2022 ini di Dua Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, telah menimbulkan kerugian yang sangat pan­tastik bagi warga di Kecamatan Kapur IX dan Akabiluru.  “Ditaksir kerugian materi mencapai 4,5 Miliar,” demikian disampaikan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Pe­nanggulangan Bencana Da­erah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, Rabu (5/1), kepada wartawan.

Dikatakan Rahmadinol yang sekaligus manager Pusdalops BPBD Limapuluh Kota bahwa, bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kapur IX pada Sabtu (1/1), menimpa empat jorong di kawasan Nagari Galugua yakni Jorong  Galugua, Jorong Tanjuang Jajaran, Jorong Koto Tangah dan Jorong Mongan,

Sementara itu banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Durian Tinggi menimpa tiga jo­rong yakni Jorong Bintu­ngan Sakti, Jorong Cinta Maju dan Jorong Ronah Pembangunan. Sedangkan di Nagari Muaro Paiti menimpa Jorong Sungai Panjang Indah. Sementara banjir dan tanah longsor yang di kecamatan Akabiluru menimpa Nagari Sungai Balantik.

Diungkapkan Rahmadinol, bencana banjir dan tanah longsor yang telah memporak poranda tiga nagari di Kecamatan Ka­pur IX disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan meluapnya air sungai Batang Kampar, Batang Kapur, Batang Lowe, Batang Koke dan Batang Mongan. Sedangkan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Akabiluru diakibatkan meluapnya Su­ngai Doreh.

Rahmadinol juga me­nyatakan, dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di dua Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota itu, pihak BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah melakukan pendataan.

Baca Juga  Kejari Payakumbuh Musnahkan BB Narkoba

“Alhamdullilah, dalam musibah bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Akabiluru tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun untuk Nagari Galugua terdata sebanyak 192 rumah warga rusak ringan dan rusak berat 4 rumah. Ditaksir kerugian sekitar Rp684.000.000.-,” ujar Rahmadinol

Sedangkan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Durian Tinggi terdata seba­nyak 34 rumah warga rusak ringan dan ditaksir kerugian Rp68.000.000,-

Sementara itu dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di dua kecamatan tersebut juga merusak sanitasi dan drainase lingkungan, termasuk fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan seperti dialami Puskesri Jorong Koto Tangah, Nagari Galugua yang mengalami rusak berat.

Lebih jauh diungkapkan Rahmadinol, dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nagari Galugua menimbulkan kerusakan cukup parah pada infrastruktur jalan Propinsi Sumatera Barat dan jalan Kabupaten Limapuluh Kota termasuk infrastruktur jalan di Nagari Durian Tinggi. “Diperkirakan kerugian terkait kerusakan infrastruktur jalan ini mencapai Rp1,1 Miliar,” ulas Rahmadinol.

Kerusakan lain akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut juga terjadi pada jaringan listrik, hutan, lahan dan tanaman pertanian dan hewan ternak.

Rahmadinol juga me­nyatakan, upaya penangganan yang telah dilakukan tim penanggulangan bencana terdiri dari BPBD, PUPR,  TNI dan Polri, Dinas Damkar, Pemerintah Kecamatan dan Nagari telah dilakukan pendataan dan mengungsikan atau memindahkan korban ting­gal di rumah keluarga terdekat bagi rumah yang rusak berat dan mendirikan Posko di Nagari Galugua.

Baca Juga  Hadir di Sekolah, PLN UP3 Payakumbuh Kenalkan Bisnis dan Pekerja Unggul

Menurut Rahmadinol, dalam penanggulangan bencana ditemukan kendala di lapangan yakni ba­nyaknya titik longsor sehingga menghambat TRC-PB Kabupaten Li­mapuluh Kota melakukan kaji cepat di daerah bencana.

Kemudian beratnya medan untuk mobilisasi alat berat yang dimiliki Pemda Kabupaten Lima­puluh Kota, sehingga memakai alat berat Dinas PUPR Propinsi Sumatera Barat dan sulitnya akses jalan menuju lokasi.

Saat ini kebutuhan da­rurat untuk korban banjir dan tanah longsor, ulas Rahmadinol, adalah kebutuhan dasar pangan, kebutuhan dasar sandang, percepatan perbaikan jair­ngan listrik di daerah bencana, percepatan pena­nganan darurat pembu­angan material longsor termasuk perbaikan darurat infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak.

Rahmadinol meng­ung­kapkan, terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Kemensos RI, Tri Rismaharini telah memerintahkan Kepala Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Regional I Sumatera Kemensos RI) Dra.Su­narti.­M.Si segera turun tangani korban bencana di Kabupaten Limapuluh Kota. “Informasi yang kita peroleh, Kepala Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial (BBPPKS Regional I Sumatera Kemensos RI), Dra.Sunarti.M.Si, didam­pingi Bupati Limapuluh Ko­ta, Safaruddin Dt.­Ban­daro Rajo dan Kepala Dinas Sosial Limapuluh Kota meninjau pelaksanaan penanganan darurat bencana alam banjir dan longsor di Kecamatan Kapur IX sekaligus akan me­nyerahkan bantuan darurat untuk korban banjir dan tanah longsor,” ucapnya. (uus)