PAYAKUMBUH/50 KOTA

F-PRB Diminta Edukasi Warga untuk Lebih Tanggap Bencana di Ka­bu­pa­ten Limapuluh Ko­ta

×

F-PRB Diminta Edukasi Warga untuk Lebih Tanggap Bencana di Ka­bu­pa­ten Limapuluh Ko­ta

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BP­BD) dan Forum Pengura­ngan Resiko Bencana (F-PRB) Provinsi Sumatera Barat melakukan Pembe­ka­lan dan Monitoring kepada F-PRB Kabupaten Lima­puluh Kota yang baru bebe­rapa hari terbentuk.  Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat diwakili Kepala Sub Bidang Kesiapsiagan, Ilham Wahab dan Imran Sarimudanas (F-PRB Sumbar) yang hadir dalam ke­gia­tan yang digelar di Posko Bencana BPBD Ka­bu­pa­ten Limapuluh Ko­ta di Ha­laman Ex. Kantor Bu­pati di Jalan Soekarno-Hatta Kota Payakumbuh, Kamis pagi 17 Juni 2021, mengapresiasi dengan telah terbentuknya F-PRB Kabupaten Li­ma­­pu­luh Ko­ta pasca pelati­han yang digelar di Kota Padang beberapa wak­tu sebelumnya.

“Kita apresiasi peserta pelatihan dari Kabupa­ten Limapuluh Kota yang bergerak cepat dalam Rencana Tindak Lanjut Hasil pelatihan di Padang dengan segera membentuk F-PRB, Apalagi hingga ke bidang-bidang sudah terbentuk,” sebut Ilham Wahab.

Ilham juga menambahkan, Forum Pengura­ngan Resiko Bencana yang terbentuk adalah Forum Kebijakan yang mendiskusikan berbagai kebijakan daerah untuk pe­ngu­rangan Risiko Bencana.  “Forum ini mendorong arah kebijakan pemba­ngunan untuk mengura­ngi resiko bencana di daerah masing-masing,” ucap­nya.

Baca Juga  Wawako: Pers Pilar Demokrasi dan Penggerak Pembangunan Daerah

Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir me­nyebutkan bahwa F-PRB yang telah terbentuk diharapkan dapat memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah Dae­rah dalam pengurangan resiko bencana. Selain itu juga bisa mengedukasi/mendidik masyarakat tentang kebencanaan.

“F-PRB Kabupaten Li­ma­puluh Kota sangat kita harapkan mengedukasi ma­syarakat tentang ke­ben­canaan, sehingga re­siko bencana bisa terus di­­kurangi. Selain itu Forum ini kita dorong untuk te­rus melakukan diskusi-dis­­kusi yang melahirkan ma­­sukkan yang bisa di­be­­ri­kan kepada Pemerintah Daerah dalam pengu­rangan risiko bencana,” ucapnya.

Mantan Kabag Humas Pemkab Limapuluh Kota itu juga menyebutkan bah­wa, keberadaan Forum yang diketuai Desembri Chaniago (BAZNAS.red) itu sangat dibutuhkan, apalagi Kabupaten Lima­puluh Kota dengan 13 Kecamatan dan 79 Nagari merupakan daerah yang rawan berbagai bencana.  “Kebera­daan F-PRB Ka­bupaten Limapuluh Kota yang merupakan perwakilan Ormas dan kelompok yang peduli terhadap Bencana sangat kita butuhkan untuk melahirkan pemikiran, gagasan dan masukkan dalam pengurangan resiko bencana,” tutup Joni Amir.

Dijelaskannya, F-PRB memiliki empat fungsi da­lam pengurangan resiko bencana. Pertama, sebagai wadah untuk memfasilitasi pengurangan risiko bencana ke dalam sektor pembangunan di Sumbar.

Baca Juga  Rayakan HUT Kota, Pemko Gelar Tabligh Akbar

Kedua, wadah konsultasi, koordinasi dan mediasi daerah dalam me­mbangun pemahaman dan pengembangan upaya penanggulangan resiko bencana bagi para pihak atau pemangku kepenti­ngan di Sumbar.

Ketiga, wadah advokasi dan rekomendasi terhadap kebijakan dan pe­lak­sanaan penanggula­ngan resiko bencana yang telah dilaksanakan oleh pemerintah, multi stake holder dan masya­rakat. Kemudian yang keempat, sebagai wadah monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan penanggulangan resiko bencana di Sumbar.

Ketua F-PRB Kabupa­ten Limapuluh Kota, De­sembri Chaniago menyebutkan bahwa kerja-kerja pencegahan/pengura­ng­an resiko bencana memang tak populer diban­dingkan dengan kerja/aksi turun lapangan saat terjadi bencana. Namun kerja pengurangan resiko bencana akan berdampak banyak jika dilakukan berbagai komponen masya­rakat dan pemerintah.  “Kerja pencegahan/pe­ngurangan terjadinya re­siko bencana memang bukan pekerjaan populer jika dibandingkan kerja saat terjadinya bencana, namun berdampak banyak terhadap pengurangan korban bencana. Ibarat nya kita menyiapkan payung sebelum terjadinya hujan,” ujarnya. (uus)