BUKITTINGGI, METRO— Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperingati Hari Radio ke-81 pada Jumat (11/9). Peringatan tahun ini mengangkat tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Di RRI Bukittinggi, peringatan berlangsung di Auditorium Loetan Soetan Toenaro. Rangkaian acara ditandai dengan penyulutan Obor Tri Prasetya RRI oleh Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Gafar Zakaria.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, jajaran karyawan dan karyawati RRI Bukittinggi, para pensiunan serta Dharma Wanita RRI Bukittinggi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi kiprah RRI yang selama 81 tahun dinilai telah berperan penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“RRI telah menghadirkan informasi yang berimbang dan relevan. Melalui informasi yang disampaikan RRI, komunikasi, edukasi, dan sosialisasi program pemerintah dapat berjalan dengan baik. Pemko Bukittinggi memberikan apresiasi atas peran RRI Bukittinggi dalam memberitakan informasi. Ke depan kami berharap RRI semakin maju dan edukatif dalam menyampaikan informasi. Mari jadikan RRI sebagai corong informasi,” ujarnya.
Menurut Ibnu, keberadaan RRI tetap penting di tengah perkembangan media dan teknologi informasi. Informasi yang disampaikan secara edukatif diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Stasiun RRI Bukittinggi Abdul Gafar Zakaria mengatakan RRI memiliki tanggung jawab sebagai rumah informasi bagi masyarakat Indonesia. Tema Hari Radio ke-81, menurutnya, sekaligus mengingatkan kembali pada sejarah panjang RRI yang lahir dari perjuangan bangsa.
“Dari Studio Tinggi Sumatera Barat, pada 22 Desember 1948 berkumandang suara yang memberitakan ke dunia bahwa Indonesia masih ada. RRI bukan sekadar radio, tetapi juga memori bangsa,” sebutnya.
Memasuki 2026, RRI Bukittinggi terus memperkuat siaran dan konten lokal yang mengangkat kearifan Minangkabau. Penguatan tersebut dilakukan melalui program dialog publik, mimbar agama serta pengembangan konten digital melalui YouTube, podcast dan berbagai platform media sosial.
Upaya tersebut turut mendorong peningkatan keterjangkauan RRI Bukittinggi di kanal digital. Secara empiris, jumlah pendengar dan pemirsa digital RRI Bukittinggi disebut meningkat 25 persen sepanjang 2026, dengan siaran yang juga tersedia dalam format live streaming.
“Ke depan kami berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemko dan Forkopimda, meningkatkan kualitas SDM melalui public speaking dan pelatihan. Reporter dan penyiar saat ini sudah memiliki UKW. RRI akan terus menghadirkan siaran berkualitas dan menjadi ruang untuk melestarikan cerita dan fakta Minangkabau. Harapannya RRI menjadi media penggerak perubahan yang baik,” jelasnya.
Abdul Gafar menambahkan, sinergi RRI Bukittinggi tidak hanya dilakukan dengan Pemerintah Kota Bukittinggi. Kerja sama juga mencakup sejumlah daerah, yakni Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman dan Pasaman Barat.
Selain memperkuat kerja sama eksternal, RRI Bukittinggi secara rutin memberikan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah, Forkopimda, khususnya Pemko Bukittinggi, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung kegiatan RRI. Menurutnya, kritik dan saran dari berbagai pihak menjadi energi bagi RRI untuk terus melakukan pembenahan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Hari Radio ke-81, Rismaniar, melaporkan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan untuk menyemarakkan peringatan tahun ini. Kegiatan tersebut antara lain pemilihan Bintang Radio, RRI Fest, bazar UMKM, sepeda gembira dan bakti sosial ke panti asuhan.
“Kesuksesan rangkaian kegiatan ini berkat kerja sama semua pihak dan mitra. Mari kita terus menjaga semangat sebagai corong penyampai informasi,” ungkapnya.
Peringatan Hari Radio ke-81 di RRI Bukittinggi menjadi momentum untuk memperkuat peran radio publik di tengah perubahan pola konsumsi informasi. Dengan memadukan siaran konvensional, konten digital dan kearifan lokal, RRI Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai sumber informasi sekaligus ruang pelestarian nilai dan budaya Minangkabau. (pry)






