PADANG, METRO —Warga Kompleks Cendana, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan mayat wanita lanjut usia (lansia) yang sudah membusuk di atas ranjang dalam rumahnya, pada Rabu siang (22/7).
Korban diketahui berinisial E (71) yang tinggal sebatang kara di rumahnya tersebut. Kondisi itu membuat kematiannya tidak diketahui warga. Namun warga baru mengetahui korban sudah meninggal setelah curiga dengan bau busuk yang menyengat dari rumah korban.
Curiga dengan situasi tersebut, ketua RT setempat bersama warga berinisiatif memeriksa rumah yang dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah mengintip melalui jendela, warga mendapati korban sudah terbujur kaku di atas tempat tidur. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak Polsek Padang Selatan dan SPKT Polresta Padang.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasi menyatakan, Tim Identifikasi (Inafis) telah mendatangi lokasi bersama jajaran Polsek Padang Selatan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal.
“Kondisi jenazah saat ditemukan diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari, sehingga sudah mengalami pembusukan alami. Dari pemeriksaan luar sementara, kami belum menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang menonjol, namun penyelidikan mendalam tetap dilakukan,” kata Kompol Yasin kepada wartawan.
Dijealskan Kompol Yasin, saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian. Petugas juga telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi, termasuk tetangga dekat dan pihak keluarga korban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar di media sosial terkait penyebab kematian korban hingga hasil autopsi resmi dari tim medis keluar,” tegas dia.
Zakiruddin selaku Ketua LPM Kelurahan Mata Air mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya ke rahmattullah salah seorang warganya. “Semoga almarhumah diberi tempat yang layak disisi Allah SWT,” tutup Zakiruddin. (ped)






