BERITA UTAMA

Tragis! Remaja Perempuan Putus Sekolah Tewas Tergantung, Kain Gorden Dijadikan Alat Bunuh Diri

×

Tragis! Remaja Perempuan Putus Sekolah Tewas Tergantung, Kain Gorden Dijadikan Alat Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METROSeorang remaja perempuan berusia 17 tahun ditemukan meninggal tewas tergantung di dalam kamar yang dijadikan gudang di Jorong Galo Gandang, Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (23/6) sekitar pukuyl 06.00 WIB.

Peristiwa itu sontak membuat heboh warga setempat hingga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikannya. Saat ditemukan, leher korban berinisial VAA (17) terikat kain gorden warna putih yang diikatkan ke kayu atap rumah.

Sementara itu, petugas Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa yang mendapat laporan adanya penemuan mayat, langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat ke­ja­dian perkara (TKP). Tak ber­selang lama, tim Polsek Luhak dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lima­puluh Kota bersama petu­gas medis juga datang me­lakukan olah TKP dan me­meriksa tubuh korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memastikan tidak ada tanda-tanda luka kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga, Po­lisi menyimpulkan korban meninggal akibat gantung diri. Namun, hingga ki­ni, belum diketahui secara pasti pe­nye­bab korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara se­perti itu.

Baca Juga  Busyet! Petugas Ronda Bobol Rumah Warga

Kapolsek Luhak, Iptu Bambang Irawan mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya. Di rumah tersebut, korban tinggal bersama kakek dan ne­nek­nya dan korban berstatus putus sekolah karena tidak me­lanjutkan ke jenjang SMA setelah tamat SMP.

“Korban ditemukan da­lam keadaan tergantung menggunakan kain gorden warna putih di kamar belakang rumah yang dijadikan gudang penyimpanan ba­rang-barang yang tidak terpakai. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saudaranya,” kata Iptu Bambang, Selasa (23/6).

Dijelaskan Iptu Bambang, dari keterangan saudara korban bernama Nau­ra, ia sempat tidur bersama dalam satu kamar dengan korban. Ketika terbangun sekitar pukul 03.00 WIB, Nauramelihat korban tidak berada di sampingnya. Saat itu, Naura tidak menaruh curiga dan kem­bali tidur.

“Kemudian sekitar pu­kul 06.00 WIB, Naura kem­bali terbangun dan keluar dari kamar. Saat me­lintas di dekat kamar belakang, saksi melihat bayangan seseorang tergantung di dalam ruangan tersebut. Saksi kemudian memanggil ayah korban untuk memeriksa kondisi tersebut,” jelas Iptu Bambang.

Baca Juga  Pasutri asal Lubuk Basung Kompak jadi Penjahat, Motor Tukang Ojek Dibawa Kabur, Pernah Culik Bayi di Lubuk Pakam

Setelah dicek ke dalam kamar, kata Iptu Bambang, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian itu kepada perangkat nagari dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Usai menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi bersama petugas medis untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dokter yang­ kami datangkan ke TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” tutur Iptu Bambang.

Iptu Bambang menegaskan, terkait kasus penemuan mayat ini, keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Penolakan itu dibuat dalam bentuk surat penyataan tertulis dan keluarga tidak akan menuntut di kemudian hari.

“Jenazah korban sudah serahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan, dari pihak keluarga menyatakan tidak akan melakukan tuntutan apapun dan menerima kematian korban karena bunuh diri,” tutup dia. (*)