BERITA UTAMA

Tragis! Pemancing Hilang Diterkam Buaya, Disaksikan Anaknya, Teriak Minta Tolong ke Warga, Korban Diseret ke Tengah Sungai lalu Tenggelam

×

Tragis! Pemancing Hilang Diterkam Buaya, Disaksikan Anaknya, Teriak Minta Tolong ke Warga, Korban Diseret ke Tengah Sungai lalu Tenggelam

Sebarkan artikel ini
HILANG— Tim SAR gabungan dibantu warga mencari korban Redi Kereinata (38) yang hilang diterkam buaya di Sungai Muara Sakai, Kabupaten Pessel.

PESSEL, METRO–Tragis. Seorang pemancing hilang diterkam buaya di  Sungai Muara Sakai, Nagari Taluk Amplu, Keca­matan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (26/7) sekitar pukul 16.45 WIB. Peristiwa itu sontak membuat geger warga setempat.

Warga pun bermai-ra­mai datang ke lokasi untuk melakukan pencarian ter­harap korban yang diketa­hui bernama Redi Kerei­nata (38). Bahkan, beberapa warga berusaha mencari dengan mengerahkan pe­ra­hu menyirisi aliran su­ngai. Tak lama, Tim SAR ga­bungan juga datang un­tuk membantu pencarian.

Sayangnya hingga ma­lam, Tim SAR gabungan belum berhasil menemu­kan korban yang diterkam bu­aya itu, meski sudah me­ngerahkan berbagai perala­tan untuk mencari korban.

Kabar pemancing diter­kam buaya ini pun beredar di media sosial Instagram.  Pengguna Instagram @ka­barpessel mengunggah vi­deo dengan keterangan warga mencari korban yang diterkam buaya tersebut.

Dalam postingannya, akun tersebut melaporkan telah terjadi kejadian se­orang Warga diterkam Bu­aya di Sungai Nagari Taluk Ampalu Inderapura, Ke­camatan Pan­cung Soal, Kabupaten Pe­sisir Selatan, Rabu (26/7/23) sekitar pukul 17.30 Wib.

Sanak @and­rian_no­vi­al­di kepada #timkabar­pes­sel mengatakan,  Bapak ter­sebut berumur sekitar 46 tahun yang pergi me­man­cing dan mandi de­ngan anak nya di Sungai bela­kang rumah, setelah me­mancing si Bapak minta diambilkan sabun sama si anaknya, setelah itu seke­tika anaknya melihat Ba­pak­nya disambar seekor bu­aya yang lumayan besar.

Baca Juga  Penyelundupan Kayu Hasil Pembalakan Liar di Pesisir Selatan Digagalkan

“Sampai pukul 18.00 Wib, Bapak tersebut belum ditemukan, dan bantuan dari BPBD atau Sar belum datang sampai, hanya usa­ha masyarakat dengan perahu pengangkut pasir untuk menelusuri sungai mencari Bapak tersebut,” ungkap akun Instagram tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Def­risis­wardi, membenarkan ada­nya kejadian itu. Pihaknya juga sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya kejadian orang diterkam buaya.

“Korban ini merupakan warga Teluk Ampalu. Kor­ban hilang diterkam buaya di pinggir sungai yang berada tidak jauh dari ru­mahnya. Informasi yang kami dapatkan, korban diterkam buaya ketika me­mancing di pinggir sungai tersebut. Tim TRC BPBD Pesisir Selatan saat ini se­dang berada di lokasi untuk pencarian,” katanya.

Sementara, Kapolsek Pancung Soal, AKP Dedi Antonius mengatakan, ber­­dasarkan keterangan dari saksi-saksi, kejadian itu berawal  korban sedang memancing bersama anak­nya di dekat Kantor Wali Nagari Taluk Ampalu tepatnya di pinggir Sungai Batang Inderapura.

Baca Juga  Ratusan PKL Pasar Raya Padang Geruduk Rumdin Wako, Tolak Relokasi ke Fase VII

“Saat itu korban memancing bersama anaknya Niko Alven Dinata berusia 11 tahun di Sungai Muara Sakai. Usai memancing, korban menyuruh anaknya  pulang ke rumah mengambil sabun mandi karena mereka berencana mandi si sungai tersebut,” ujar AKP Dedi.

Ditambahkan AKP Dedi, setelah mengambil perlengkapan mandi ke rumah, Niko kembali ke tempat korban memancing. Namun, ketika itu Niko yang datang bersama adiknya Dea  melihat ayahnya diterkam buaya dan diseret buaya ke tengah sungai.

“Kedua anak korban langsung beteriak meminta tolong. Sayangnya korban  sudah tidak terlihat dan tidak muncul lagi kepermukaan sungai. Kemudian masyarakat sekitar bersama Personil Polsek Pancung Soal dan Koramil 01 Pancung Soal sudah mencoba mencari dan sampai sekarang masih melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil,” tutupnya. (rio)