PADANG, METRO—Seorang pemuda yang bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning service di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), ditemukan teras tergantung di pohon karet di kawasan Hutan Biologi Unand, Kota Padang, Kamis (28/5).
Saat ditemukan, korban yang diketahui bermama Muharomi Nandi Pinto (22), tergantung dengan seutas tali yang melilit lehernya dan diikatkan ke dahan pohon karet. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.
Namun pascaditemukan, Polisi dari Polsek Pauh dan Tim Identifikasi Polresta Padang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Kapolsek Pauh AKP Edi Harto membenarkan adanya penemuan korban meninggal dengan kondisi tergantung di pohon karet. Di TKP, pihaknya mengamankan barang bukti seutas tali dan sepeda motor milik korbanX
“Dugaan sementara, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan pada tubuh korban, diduga kuat korban meninggal karena melakukan bunuh diri. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka akibat penganiayaan,” kata AKP Edi Harto kepada wartawan.
Dijelaskan AKP Edi Harto, korban merupakan petugas kebersihan atau cleaning service di Fakultas Kedokteran Unand. Korban tercatat sebagai warga Jorong Koto Gantiang, Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar dan juga tinggal di Musala Fastabiqul Khairat RT 02, RW 02, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
“Korban ditemukan meninggal dunia tergantung di lahan perkebunan milik kampus Unand yang berada di Jalan Kampus Unand, Limau Manis. Jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” jelas AKP Edi Harto.
AKP Edi Harto menuturkan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban menghubungi kakak kandungnya bernama Nanda yang berada di Medan menggunakan telepon genggam miliknya.
“Kepada kakaknya, korban ini menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidupnya. Ada barang bukti chat korban kepada keluarga yang menyampaikan ingin mengakhiri hidupnya,” ungkapnya.
Ditambahkan AKP Edi Harto, setelah menerima telepon dari korban, Nanda kemudian menghubungi seorang perempuan bernama Rafidar yang berada di kawasan Sei Lareh, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Informasi itu lalu diteruskan kepada Gusmiyanti yang berada di Limau Manis.
“Selanjutnya, Gusmiyanti menelepon seorang pria bernama Ijan dan memintanya mencari keberadaan korban di sekitar kawasan Hutan Biologi Unand sesuai petunjuk yang diberikan keluarga korban,” ungkap dia.
AKP Edi Harto menambahkan, saksi Ijan kemudian berangkat bersama rekannya bernama Wawan menuju lokasi yang disebutkan. Dalam perjalanan pencarian, keduanya menemukan sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan.
“Tidak jauh dari lokasi kendaraan tersebut, mereka melihat seseorang tergantung di pohon karet dan diduga telah meninggal dunia. Melihat korban seperti itu, saksi Ijan dan Wawan segera menghubungi petugas keamanan Universitas Andalas (Unand). Piket keamanan kampus kemudian mendatangi lokasi dan meneruskan laporan ke Polsek Pauh,” kata dia.
Usai menerima laporan, ungkap AKP Edi Harto, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara dan menghubungi Tim Identifikasi Polresta Padang untuk melakukan pemeriksaan.
“Sekitar pukul 13.00 WIB, korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Kami menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung menggunakan tali di batang pohon karet. Di lokasi, kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi (nopol) BA 3834 NAD serta properti milik korban lainnya,” pungkasnya. (*)






