BERITA UTAMA

Tingkatkan Perlindungan Hutan dan Habitat Satwa Liar di Indonesia, Kemenhut Tambah Personel Forest Ranger

×

Tingkatkan Perlindungan Hutan dan Habitat Satwa Liar di Indonesia, Kemenhut Tambah Personel Forest Ranger

Sebarkan artikel ini
TRANFORMASI DIGITAL— Menhut Raja Juli Antoni menjelaskan transformasi digital yang dilakukan oleh Kemenhut untuk meningkatkan layanan di seluruh taman nasional.

JAKARTA, METRO–Penambahan petugas lapangan kehutanan (forest ranger) menjadi momentum penting untuk meningkatkan perlindungan hutan dan menjaga habitat satwa liar di Indonesia.

Ketua World Wide Fund for Nature Indonesia (WWF Indonesia) Aditya Bayunanda mengatakan, penambahan forest ranger ini sudah sangat ditunggu-tunggu bagi yang ber­gerak di bidang konservasi alam. Sebab, sebelumnya ranger sangat kurang, sehingga kawasan-kawasan yang memiliki nilai kehati tinggi rawan terhadap perambahan, illegal logging, dan perburuan.

“Contohnya di Aceh, kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare hanya diawasi oleh 32 petugas penjaga hutan. Angka ini sangat tidak rasional. Satu orang ranger idealnya mengawasi paling tinggi 1.000 hektare,” kata Aditya Bayunanda saat dihubungi wartawan di Jakarta pada Jumat (10/7).

Menurut Aditya, penambahan jumlah petugas lapangan menjadi 70 ribu personel memberikan harapan baru bagi upaya menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia yang menjadi ha­bitat berbagai spesies endemik.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah personel perlu diiringi dengan pe­nguatan kapasitas dan dukungan operasional agar pengawasan hutan berjalan secara optimal.

Baca Juga  Pekerja Mutiara Agam Tewas saat Memancing

“Namun demikian, aspek kualitas (mental model, skill, dll), sumber daya operasionalnya (peralatan, perlengkapan, sarana mobilitas, teknologi, dll), kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan seiring pe­ningkatan jumlahnya. Se­hingga dapat menjaga hutan secara optimal,” jelasnya.

Untuk diketahui, Men­teri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat pe­ngawasan kawasan hutan melalui penambahan petugas lapangan kehutanan (forest ranger). Langkah itu mendapat dukungan dari kalangan pegiat konservasi. Langkah itu irtu menjadi momentum penting untuk meningkatkan perlindungan hutan sekaligus menjaga habitat satwa liar di Indonesia.

Menurut Aditya Bayunanda mengatakan, penambahan forest ranger yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan pada era ke­pe­mimpinan Raja Juli Antoni merupakan langkah yang telah lama dinantikan oleh komunitas konservasi.

WWF Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Raja Juli Antoni yang memulai penguatan petugas lapangan di 13 taman nasional yang menjadi proyek percontohan inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasio­nal.

Aditya menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu program prioritas yang mempercepat penguatan sistem pe­ngelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

“Kami juga mendukung pernyataan Menteri Kehutanan untuk memulai peningkatan petugas lapangan pada 13 Taman Nasional yang menjadi pilot inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional. Bahkan jika dimungkinkan, kami sarankan penambahan petugas lapangan dapat menjadi salah satu program quick win SATGAS Inovasi Pembiayaan Pe­ngelolaan Taman Nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Zulmansyah Sekedang Terpilih jadi Ketum PWI Periode 2023-2028

Selain penambahan personel, WWF Indonesia juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan kawasan konservasi. Salah satunya melalui revitalisasi kurikulum pendidikan forest ranger.

“Dari sisi pembinaan, kami juga mendukung revitalisasi kurikulum pendi­dikan ranger, salah satunya dengan memperkuat kembali Nature Conservation School. Selain akan berdampak langsung terhadap kelestarian ekosistem hutan, hal ini juga akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional dalam pengelolaan hutan, khususnya kawasan konservasi,” ujar Aditya.

Menurut WWF Indonesia, kombinasi antara penambahan jumlah petugas, peningkatan kompetensi, dukungan sarana operasional, serta penguatan sistem pengelolaan kawasan konservasi akan menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia di tengah berbagai tantangan, seperti perambahan kawasan, pembalakan liar, dan perburuan satwa dilindungi. (jpg)