METRO PADANG

Tangani Air Bersih dan Sampah, SPAM Padang Dikebut 2027

×

Tangani Air Bersih dan Sampah, SPAM Padang Dikebut 2027

Sebarkan artikel ini
DUKUNGAN PUSAT— Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran Pemko Padang berdiskusi dengan Kepala BPBPK Sumbar Maria Doeni Isa terkait percepatan penyediaan air bersih, pembangunan SPAM, pengelolaan sampah berbasis RDF, serta pemulihan infrastruktur kawasan terdampak banjir, Selasa (15/9/2026).

BATANG ARAU, METRO — Pemerintah Kota Padang bergerak cepat mengamankan dukungan pusat untuk percepatan pembangunan daerah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendatangi Kantor Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Selasa (15/9/2026), guna membahas penanganan air bersih, pengelolaan sampah, hingga pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi.

“Kerja sama dengan Unand sudah menemukan titik terang. Kita berharap ini berlanjut menjadi SPAM emergency dan SPAM untuk masyarakat terdampak kekeringan, sehingga persoalan air bersih dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujar Fadly Amran dalam pertemuan strategis tersebut.

Kedatangan Wali Kota Padang bersama Sekretaris Daerah Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Direktur Perumda Air Minum Hendra Pebrizal, serta sejumlah kepala OPD ini disambut langsung oleh Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, beserta jajaran. Pertemuan ini difokuskan untuk menyelaraskan program rehabilitasi, rekonstruksi, serta optimalisasi anggaran pusat di ibu kota provinsi.

Dalam diskusi intensif tersebut, Fadly menyoroti kondisi darurat air bersih yang kerap melanda sebagian wilayah Padang. Ia memaparkan bahwa sinergi pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bersama Universitas Andalas (Unand) kini diarahkan hingga tingkat sambungan rumah, khususnya sebagai solusi jangka panjang bagi warga di Kecamatan Pauh dan Kuranji.

Baca Juga  Sosialisasikan Perda No.10/2017, Hati-Hati Gunakan Barang Milik Daerah

Selain itu, tantangan ketersediaan lahan untuk pembangunan SPAM Gunung Pangilun turut menjadi bahasan penting. Dari kebutuhan ideal seluas sekitar 13.000 meter persegi, lahan yang ada saat ini baru mencapai 8.175 meter persegi. Fadly berharap ada solusi teknis agar proyek dengan pagu indikatif sekitar Rp400 miliar tersebut tetap bisa direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas.

Isu krusial lain yang dibawa Pemko Padang adalah percepatan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Fadly menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. “Kita ingin sampah dipilah sejak dari rumah tangga, sehingga yang sampai ke TPA pun masih bisa dimanfaatkan menjadi briket dan bahan bakar alternatif,” ungkapnya, seraya mencatat potensi pemanfaatan hasil olahan RDF oleh industri semen lokal di Padang.

Baca Juga  Rumah Sakit Mata Sumbar Hadir di BKKM Gunung Pangilun, Pelayanan Kesehatan Mata Lebih Komprehensif dan Terjangkau

Menanggapi jemput bola tersebut, Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh usulan Pemko Padang melalui perencanaan teknis yang matang. Untuk SPAM Unand, pihaknya menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga sambungan rumah tuntas pada awal Januari 2027, sehingga proses lelang dapat dieksekusi Maret 2027 dan fisik dibangun sepanjang tahun 2027-2028.

Terkait SPAM Gunung Pangilun, Maria menyatakan timnya akan segera menguji kelayakan teknis atas ketersediaan lahan seluas 8.175 meter persegi guna mengoptimalkan kapasitas pembangunannya. Sementara untuk dukungan TPST/RDF, peninjauan ulang DED akan disesuaikan dengan kondisi riil lahan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Untuk penanganan kawasan terdampak banjir, DED diarahkan pada infrastruktur dasar permukiman sesuai lingkup rehabilitasi dan rekonstruksi. Seluruh kebutuhan harus teridentifikasi sebelum lelang agar tidak ada penanganan yang terlewat, mengingat pembaruan R3P dibatasi hingga 17 September,” terang Maria menutup rangkaian koordinasi lintas instansi tersebut. (oza)