PASBAR, METRO—Sempat dilaporkan hilang usai memanen sawit, seorang petani ditemukan tergeletak tak bernyawa di areal perkebunan sawit di Jorong Labuh Lurus Baru, Nagari Aia Gadang Barat, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Senin malam (29/6).
Korban diketahui bernama Zainal Arifin (55). Sebelum ditemukan meninggal, korban bersama warga lainnya sempat memanen sawit bersama-sama. Namun, korban tidak kunjung pulang ke rumahnya, sedangkan rekan-rekannya sudah kembali ke kediamannya masing-masing.
Warga pun beramai-ramai mencari korban ke areal perkebunan sawit tempat ia memanen. Sayangnya, korban ditemukan meninggal dunia. Untuk mengevakuasi jenazah korban, warga kemudian meminta bantuan ke Pos SAR Pasaman. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan keesokan harinya.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah menerima laporan permintaan evakuasi dari Wali Nagari Aia Gadang Barat, Khairil Ikhwan, sekitar pukul 22.37 WIB.
“Kami menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia terkait penemuan jenazah warga di area kebun sawit. Menanggapi permintaan evakuasi tersebut, tim Rescue dari Pos SAR Pasaman langsung dikerahkan ke lokasi,” ujar Abdul Malik, Selasa (30/6).
Abdul Malik menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika korban berangkat ke kebun pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB untuk memanen sawit. Di tengah aktivitasnya, korban sempat pulang ke rumah saat waktu Zuhur untuk menunaikan salat, lalu kembali lagi ke kebun untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Berdasarkan keterangan dari para pekerja pemanen lainnya, seluruh aktivitas memanen di area tersebut sebenarnya telah selesai pada pukul 19.30 WIB, dan seluruh pekerja telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, hingga larut malam, Zainal tak kunjung pulang, membuat pihak keluarga dan warga sekitar cemas,” jelas Abdul Malik.
Abdul Malik menambahkan, warga setempat kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan oleh warga sekitar pukul 22.35 WIB di titik koordinat 0″10255.022N 99″46228.422E dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
“Mengingat medan dan situasi malam hari, warga segera menghubungi pihak berwenang untuk membantu proses evakuasi. Tepat pukul 22.46 WIB, sebanyak 9 personel rescue dari Pos SAR Pasaman diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP),” tambah Abdul Malik.
Dalam operasi evakuasi ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama (alut) dan peralatan penyelamatan, termasuk rescue car tipe 1, ambulans, peralatan evakuasi, peralatan medis, serta alat komunikasi guna memastikan proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berjalan lancar dan aman. (*)






