SIJUNJUNG, METRO— Sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung mendapatkan pelatihan berbasis kemandirian selama delapan hari kedepan yang dimulai Selasa (22/9).
Pelatihan itu bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada para narapidana yang sedang menjalani masa hukuman, agar memiliki keterampilan dan siap memasuki dunia kerja setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan itu terlaksana berkat sinergi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang melalui program Tailor Made Training bagi para warga binaan di Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung.
Pembukaan program pelatihan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung, Ahmad Junaidi bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadis Nakertrans) Kabupaten Sijunjung, David Rinaldo, S.STP.
Kepala Lapas, Ahmad Junaidi menjelaskan bahwa kegiatan itu difokuskan pada tiga bidang keterampilan utama yang paling relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Jumlah peserta yang mengikuti program pelatihan ini berjumlah 16 orang warga binaan. Keterampilan yang diberikan terbagi ke dalam tiga jenis pelatihan, yakni pelatihan teknisi AC, teknisi sepeda motor, dan pelatihan tata boga,” tuturnya.
Pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Disnakertrans Sijunjung yang telah menggelar pelatihan bagi warga binaan di Lapas Muaro Sijunjung.
Sementara itu, Kadis Nakertrans Sijunjung David Rinaldo menyampaikan. Pelatihan itu bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemampuan di dunia kerja.
“Meski sedang menjalani masa hukuman, kita berharap warga binaan di Lapas tetap bisa produktif dan memiliki keterampilan serta kemampuan di dunia kerja. Sehingga di saat bebas nantinya, mereka bisa terjun ke dunia kerja dan memiliki ketermapilan,” jelas David Rinaldo.
Program Tailor Made Training ini diharapkan dapat menekan angka residivis dengan cara membekali warga binaan kompetensi dan kemandirian ekonomi pasca-menjalani masa pidana.
“Pada paket pelatihan kali ini, setidaknya ada tiga jenis pelatihan yang diberikan. Tak hanya bagi warga binaan laki-laki, pelatihan tata boga, pembuatan kue dan roti juga diberikan kepada narapidana perempuan,” tuturnya. (ndo)






