BERITA UTAMA

Tak Hujan, Sungai Ngarai Sianok Tiba-Tiba Meluap, Rumah, Warung hingga Mushala Terendam

×

Tak Hujan, Sungai Ngarai Sianok Tiba-Tiba Meluap, Rumah, Warung hingga Mushala Terendam

Sebarkan artikel ini
SUNGAI MELUAP— Sungai di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi tiba-tiba meluap pada Jumat (24/7). Rumah, warung dan mushala terdampak bencana ini.

BUKITTINGGI,METROSungai di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, tiba-tiba meluap pada Jumat dinihari  (24/7) tanpa adanya hujan hingga mengakibatkan delapan rumah, satu mushala dan tiga warung milik warga terendam air dan lumpur.

Kepala Pelaksana (Ka­lak­sa) Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi, Zulhendri mengatakan, penyebab luapan sungai karena bobolnya sumbatan aliran tertutup longsor dinding Ngarai Sianok di bagian hulu di Guguak Randah, Agam.

“Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak dengan kejadian ini, material lumpur masuk ke dalam rumah dan menutup akses jalan di sepanjang bibir Ngarai Sianok kawasan Kayu Kubu, Guguak Panjang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam,” kata Zulhendri.

Baca Juga  KontraS Sesalkan Polri Kini jadi Alat dan Mesin Politik Kekuasan

Zulhendri memastikan tidak ada korban jiwa di luapan sungai yang menjadi banjir ini. Laporan warga menyebut tinggi air capai satu meter di awal kejadian.

“Petugas gabungan da­ri BPBD, TNI-Polri dan ma­sya­rakat langsung melakukan penanganan dengan membersihkan sisa material banjir,” ujar dia.

Warga setempat yang menjadi korban terdampak, Erna (50), mengungkap ia dibangunkan pemuda yang berkeliling ronda ma­lam saat awal kejadian.

“Kalau tidak ada yang membangunkan, mungkin saya direndam banjir. Kami keluar lewat pintu belakang menyelamatkan diri,” katanya.

Baca Juga  Keluarga sedang Urus BPJS, Pria Penyakitan Gantung Diri

Ia berharap pemerintah melakukan langkah antisipasi kejadian serupa dengan pengerukan dasar Sungai Sianok.

“Biasanya pengerukan dilakukan enam bulan sekali, tapi setahun ini belum. Kami meminta juga perbaikan tanggul agar luapan air sungai bisa diminimalisir,” katanya.

Sebelumnya, luapan air sungai tanpa terjadinya hujan itu juga terjadi di Juni 2024. Warga yang terdampak juga telah diimbau untuk direlokasi karena merupakan wilayah penyangga (buffer zone).(pry)