PASBAR, METRO— Pemilik koperasi simpan pinjam ditikam secara brutal oleh karyawannya sendiri di rumah kontrakan yang berada di Blok C RT 05 Jorong Ophir Tengah, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sabtu (21/3) pukul 23.30 WIB.
Diduga, penusukan menggunakan senjata tajam itu setelah korban bernama Amsal Pardede (38) dengan pelaku berinisial CS (34) terlibat keributan hanya karena masalah sepele. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada perut dan tangan kanannya.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Pasaman yang mendapat laporan terkait aksi penusukan, langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku CS yang melarikan diri ke daerah Kecamatan Kinali. Alhasil, lima jam pascakejadian, pelaku CS bisa diamankan untuk menjalani proses hukum.
Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar mengatakan, pelaku penusukan berhasil ditangkap pada Minggu (22/3) sekitar pukul 05.30 WIB. Menurutnya, pelaku berusaha melarikan diri usai menusuk korban.
“Pelaku merupakan karyawan di koperasi milik korban. Korban dan pelaku tinggal di rumah kontrakan sekaligus kantor koperasi. Terkait kasus ini, kami sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi,” ungkap AKP Zulfikar, Selasa (24/3).
Dikatakan AKP Zulfikar, aksi penusukan itu berawal dari pertengkaran mulut antara korban dan pelaku, yang dipicu karena korban menutup pintu rumah dengan kuat, sehjngga menimbulkan bunyi yang keras.
“Merasa tersinggung dengan korban, kemudian pelaku mengancam akan menikam korban sambil berjalan menuju dapur. Setelah keluar dari dapur, pelaku membawa sebilah pisau kemudian menusukkan ke arah ulu hati korban,” ungkap AKP Zulfikar.
Namun, tambah AKP Zullfikar, korban berhasil menangkis dengan menggunakan tangan kanan. Merasa tidak puas, pelaku kembali menyerang ke arah tubuh korban sebanyak 10 kali dan korban berhasil menghindar.
“Karena merasa terancam, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah untuk mencari pertolongan. Korban bertemu dengan seorang warga setempat, lalu meminta bantuan untuk mengantarkan ke rumah saksi Repan Zebua,” ujar dia.
AKP Zulfikar menuturkan, sesampai di rumah saksi, korban baru menyadari bahwa pada bagian perut sebelah kanan mengalami luka robek akibat tusukan yang dilakukan oleh pelaku dan mengeluarkan banyak darah.
“Korban langsung dilarikan ke RSUD Pasaman Barat untuk mendapatkan pertolongan secara medis. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek. Tim Opsnal langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan penyelidikan serta meminta keterangan dari para saksi,” tuturnya.
Menurut AKP Zulfikar, berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya mendpatkan informasi pelaku melarikan diri ke arah Kinali. Tim Opsnal yang dipimpin Wakapolsek Pasaman Iptu Lamhot Nababan Tim dan Kanit Reskrim Ipda Luthfi Basrian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Berselang waktu lima jam, pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan di daerah Rambah Kecamatan Kinali. Pelaku merupakan warga asal Provinsi Sumatra Utara. Motif penusukan ini diduga karena pelaku sakit hati terhadap korban,” pungkasnya. (*)






