PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sekantong Sembako ”Mengubah Tangis menjadi Senyuman”

×

Sekantong Sembako ”Mengubah Tangis menjadi Senyuman”

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI— Buya Ferizal Ridwan saat mengunjungi Nurdesna di rumahnya di Nagari Ampalu dan Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban

LIMAPULUH KOTA, METRO–Meski tak lagi menjabat sebagai Wakil  Bupati Limapuluh Kota, H.Ferizal Ridwan, terus menebar kebaikan. Dari kampung-kekampung di Limapuluh Kota mendatangi ma­sya­rakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan ku­rang mampu dari segi ekonomi. Termasuk, untuk meneruskan pendidikan bagi generasi muda berprestasi yang terkendala biaya uang sekolah.

Program aksi palanta sosial yang digagasnya bersama tokoh-tokoh hebat Limapuluh Kota, juga menaruh perhatian terhadap kreativitas anak-anak muda dibidang olah­raga seperti Voliy dan Bola Kaki. Walau tergolong baru, tetapi program palanta sosial ini telah banyak menolong dan meringankan beban ekonomi bagi kaum miskin di Lima­puluh Kota. Program pa­lanta sosial telah mampu “merubah tangis menjadi senyum” bagi warga Li­ma­puluh Kota.

Seperti pada Minggu 28 November 2021 Tim aksi palanta sosial menelusuri wilayah Selatan, Limapuluh Kota, tepatnya di Nagari Ampalu dan Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, bersama rombongan diikuti oleh mantan pejabat politik maupun ASN yang sudah purna tugas antara lain Ismardi BA (mantan ketua DPRD limapuluh kota), Nasrul Rasid dan Edison Sumar, (Mantan Anggota DPRD),  Deswandi (mantan pejabat pada dinas PU PR kabupaten limapuluh ko­ta), Hafniza (pensiunan guru SMA yang saat ini aktif di Basnaz limapuluh kota) serta Erizal Ramli (pensiunan). Dan PNS aktifis suara hati nurani guru.

Baca Juga  Meningkatkan Kualitas Pelayanan, Wawako: Pentingnya Pengelolaan Pengaduan

Ferizal Ridwan yang dikenal masyarakat Lima­puluh Kota dengan panggilan Buya, disamping bersilaturahmi juga menye­rahkan bantuam berupa sembako, uang tunai, juga melakukan rehap dan ba­ngun rumah, warung serta bantuan bea siswa, bahkan bantuan sarana olah raga voly, dan sepak bola.

“Di Siaut Palu membantu pembuatan lapa­ngan volly dan posko pemuda, senilai 12 JT rupiah. Alhamdulillah telah terlaksana 95 persen. Sorenya tim lansung menuju Jo­rong Sipingai VIII Koto Talago, Kecamatan Guguak, untuk menengok, anak dari Nasriwil yang berusia 21 tahun yang tergeletak lemas tak berdaya karena mengalami sakit,” ungkap Ferizal Ridwan yang tak pernah istirahat untuk memikirkan masyarakat Limapuluh kota.

Disampaikan Buya, Nur­desna (21), anak pa­sangan Nasriwil dan Nur­laili, sudah tergeletak di­tempat tidur selama 21 tahun. Menderita penyakit Cideha, gangguan tulang paha dan syaraf. Meski tidak bisa berbuat banyak, namun senyum manis masih terlihat dibibirnya ketika Buya dan Tim aksi palanta sosial sampai di­tempat Nurdesna menghabiskan hari-hari.

Selain tersenyum riang, Nurdesna juga sempat berbicara dengan Buya meski dengan suara yang terbata-bata. “Anak ini sudah tergeletak seperti ini Dua Puluh Satu Tahun. Namanya Nurdesna. Anak pasangan Nasriwel dan Nurlaili. Kena penyakit cideha. Gangguan tulang paha dan syaraf. Masih bisa seyum dan bicara terbata-bata. Semoga Allah memberi pertolongan. Aa­miin,” begitu doa Buya juga diamini tokoh-tokoh hebat Limapuluh Kota yang datang ketempat Nurdesna.

Baca Juga  Persiapan Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara di Kecamatan, Kapolres Pastikan Kesehatan Anggota PPK Harus Prima

Disampaikan Buya, ber­bagai bantuan yang diberikan memang tidak banyak, semoga saja dapat meringankan beban ekonomi yang sedang di­rasakan masyarakat hari-hari ini. Mengingat, kondisi wabah covid-19 yang menghantam Indonesia tidak terkecuali Limapuluh Kota, telah memporak porandakan sendi-sendi pe­rekonomian masyarakat hingga kepelosok desa atau nagari.

Saatnya sebut Buya, semua pihak terutama yang memiliki kemampuan dari segi ekonomi untuk bahu membahu “so­to sakaki” meringankan beban masyarakat miskin dan kurang mampu. Se­hingga, mereka tidak te­rus-terusan bersedih dan menangis. Meski tidak banyak yang dapat diberikan, tetapi bagi mereka sungguh berarti dan da­pat mengobati hati yang  luka, merobah tangis menebar senyum hingga pelosok negeri. “InsyaAlloh kita akan terus mendatangi masyarakat-masyarakat kita dimanasaja berada di 13 Kecamatan di Limapuluh Kota, tidak akan ada lelah untuk menyapa ma­syarakat apalagi untuk terus berbagi dan menebar senyum untuk me­reka yang kurang beruntung,” ucap Buya. (uus)