LIMAPULUH KOTA, METRO–Meski tak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota, H.Ferizal Ridwan, terus menebar kebaikan. Dari kampung-kekampung di Limapuluh Kota mendatangi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan kurang mampu dari segi ekonomi. Termasuk, untuk meneruskan pendidikan bagi generasi muda berprestasi yang terkendala biaya uang sekolah.
Program aksi palanta sosial yang digagasnya bersama tokoh-tokoh hebat Limapuluh Kota, juga menaruh perhatian terhadap kreativitas anak-anak muda dibidang olahraga seperti Voliy dan Bola Kaki. Walau tergolong baru, tetapi program palanta sosial ini telah banyak menolong dan meringankan beban ekonomi bagi kaum miskin di Limapuluh Kota. Program palanta sosial telah mampu “merubah tangis menjadi senyum” bagi warga Limapuluh Kota.
Seperti pada Minggu 28 November 2021 Tim aksi palanta sosial menelusuri wilayah Selatan, Limapuluh Kota, tepatnya di Nagari Ampalu dan Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, bersama rombongan diikuti oleh mantan pejabat politik maupun ASN yang sudah purna tugas antara lain Ismardi BA (mantan ketua DPRD limapuluh kota), Nasrul Rasid dan Edison Sumar, (Mantan Anggota DPRD), Deswandi (mantan pejabat pada dinas PU PR kabupaten limapuluh kota), Hafniza (pensiunan guru SMA yang saat ini aktif di Basnaz limapuluh kota) serta Erizal Ramli (pensiunan). Dan PNS aktifis suara hati nurani guru.
Ferizal Ridwan yang dikenal masyarakat Limapuluh Kota dengan panggilan Buya, disamping bersilaturahmi juga menyerahkan bantuam berupa sembako, uang tunai, juga melakukan rehap dan bangun rumah, warung serta bantuan bea siswa, bahkan bantuan sarana olah raga voly, dan sepak bola.
“Di Siaut Palu membantu pembuatan lapangan volly dan posko pemuda, senilai 12 JT rupiah. Alhamdulillah telah terlaksana 95 persen. Sorenya tim lansung menuju Jorong Sipingai VIII Koto Talago, Kecamatan Guguak, untuk menengok, anak dari Nasriwil yang berusia 21 tahun yang tergeletak lemas tak berdaya karena mengalami sakit,” ungkap Ferizal Ridwan yang tak pernah istirahat untuk memikirkan masyarakat Limapuluh kota.
Disampaikan Buya, Nurdesna (21), anak pasangan Nasriwil dan Nurlaili, sudah tergeletak ditempat tidur selama 21 tahun. Menderita penyakit Cideha, gangguan tulang paha dan syaraf. Meski tidak bisa berbuat banyak, namun senyum manis masih terlihat dibibirnya ketika Buya dan Tim aksi palanta sosial sampai ditempat Nurdesna menghabiskan hari-hari.
Selain tersenyum riang, Nurdesna juga sempat berbicara dengan Buya meski dengan suara yang terbata-bata. “Anak ini sudah tergeletak seperti ini Dua Puluh Satu Tahun. Namanya Nurdesna. Anak pasangan Nasriwel dan Nurlaili. Kena penyakit cideha. Gangguan tulang paha dan syaraf. Masih bisa seyum dan bicara terbata-bata. Semoga Allah memberi pertolongan. Aamiin,” begitu doa Buya juga diamini tokoh-tokoh hebat Limapuluh Kota yang datang ketempat Nurdesna.
Disampaikan Buya, berbagai bantuan yang diberikan memang tidak banyak, semoga saja dapat meringankan beban ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat hari-hari ini. Mengingat, kondisi wabah covid-19 yang menghantam Indonesia tidak terkecuali Limapuluh Kota, telah memporak porandakan sendi-sendi perekonomian masyarakat hingga kepelosok desa atau nagari.
Saatnya sebut Buya, semua pihak terutama yang memiliki kemampuan dari segi ekonomi untuk bahu membahu “soto sakaki” meringankan beban masyarakat miskin dan kurang mampu. Sehingga, mereka tidak terus-terusan bersedih dan menangis. Meski tidak banyak yang dapat diberikan, tetapi bagi mereka sungguh berarti dan dapat mengobati hati yang luka, merobah tangis menebar senyum hingga pelosok negeri. “InsyaAlloh kita akan terus mendatangi masyarakat-masyarakat kita dimanasaja berada di 13 Kecamatan di Limapuluh Kota, tidak akan ada lelah untuk menyapa masyarakat apalagi untuk terus berbagi dan menebar senyum untuk mereka yang kurang beruntung,” ucap Buya. (uus)






