SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Sanggar Puti Junjung Sukses Gelar Pertunjukan, RTH Muaro Disesaki Masyarakat

×

Sanggar Puti Junjung Sukses Gelar Pertunjukan, RTH Muaro Disesaki Masyarakat

Sebarkan artikel ini
PERTUNJUKAN— Sanggar Puti Junjung sukses menggelar pertunjukan dan pendokumentasian bertajuk “Regenerasi Kesenian Tradisional Hampir Punah Kabupaten Sijunjung”, sebuah aksi nyata hasil kurasi dan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat.

SIJUNJUNG, METRO–Suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muaro mendadak riuh, membludak disesaki warga  Sabtu malam (25/7). Sanggar Puti Junjung sukses menggelar pertunjukan dan pendokumentasian bertajuk “Regenerasi Kesenian Tradisional Hampir Punah Kabupaten Sijunjung”, sebuah aksi nyata hasil kurasi dan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat.

“Lewat panggung ini, tiga karya seni langka kebanggaan daerah kembali dihadirkan ke permukaan: Dendang Buai Anak dari Nagari Sijunjung, Rabab Badoi dari Nagari Muaro, serta Tari Tangan dari Nagari Padang Laweh.

Baca Juga  Peringati HUT RI ke 76, PLN UPK Ombilin Gelar Baksos Donor Darah

Semangat regenerasi terpancar nyata lewat penampilan Tari Tangan Masal yang melibatkan seniman tradisi bersanding dengan 100 pelajar dan mahasiswa,” ucap Penggagas kegiatan dari Sanggar Puti Junjung, Yola Oksandra.

Yola Oksandra, menyampaikan bahwa aksi ini mendesak dilakukan mengingat kesenian Rabab Badoi saat ini hanya menyisakan satu orang maestro, sementara Tari Tangan sempat kehilangan pemusik aslinya.

“Kehadiran jajaran Pemkab Sijunjung, termasuk Kadis Kominfo drg. Ezwandra, M.Sc, makin mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya sesuai filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ungkap Yola Oksandra

Baca Juga  Peserta KSM Dilepas Wako Deri Asta

Acara juga diwarnai dengan penyerahan sertifikat penghargaan BPK Sumbar kepada para pelaku seni tradisional atas dedikasi panjang mereka menjaga akar kebudayaan Sijunjung.

Dengan dukungan penuh dari dunia pendidikan dan pemerintah daerah, malam regenerasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melanjutkan estafet kebudayaan lokal. “Mari bersama kita jaga warisan leluhur agar tak punah ditelan zaman,” ujar Kadis Kominfo  Ezwandra. (ndo)