BERITA UTAMA

Safari Ramadan di Musala Nur Ishlah Pasar Simpang Haru, Evi Yandri Rajo Budiman Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

×

Safari Ramadan di Musala Nur Ishlah Pasar Simpang Haru, Evi Yandri Rajo Budiman Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN—Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman diampingi Kabag Persidangan dan Penudang-Undangan Sekretariat DPRD Sumbar, Dahrul Idris menyerahkan bantuan Rp 20 juta di Musala Nur Ishlah, Pasar Simpang Haru, Kota Padang.

PADANG, METRO— Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman melaksanakan Safari RamadanĀ  di Musala Nur Ishlah, Pasar Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang TiĀ­mur, Kota Padang, Sabtu malam (7/3).

Pada kesempatan itu, selain menampung aspirasi dari masyarakat, Evi Yandri bersama bersama Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) menyosialisasikan rehabilitasi para pecandu narkoba dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tidak hanya itu saja, Evi Yandri Rajo BudimanĀ  juga memberikan hadiah baju koko dan sembako kepada anak-anak yang bisa menjawab pertaĀ­nyaĀ­annya sekaligus menyeĀ­rahkan bantuan Rp 20 juta untuk kelanjutan pembaĀ­ngunan musala tersebut.

ā€œSafari Ramadan aĀ­dalah sebuah momentum dalam menjaring aspirasi dan menjalin hubungan lebih dekat dengan maĀ­syaĀ­rakat. Bulan Ramadan ini memang sangat tepat untuk berkunjung, bersiĀ­laturahmi, karena jamaah lintas generasi ada semua di masjid maupun musala,ā€ kata Evi Yandri.

Evi Yandri Rajo Budiman mengajak masyaĀ­rakat khususnya generasi muda dan anak-anak untuk untuk memakmurkan masjid. Satu upaya adalah memasang wifi (jaringan nirkabel) yang bisa mengundang anak-anak untuk datang ke masjid untuk bermain seĀ­kaligus belajar agama.

ā€œMeskipun ada pro kontra, tetapi Insya Allah ini bisa sebagai upaya memakmurkan musala atau masjid, apalagi anak-anak. Apabila ada wifi di musala dan masjid, maka generasi muda akan bermain di sana, sehingga saat waktu salat masuk mereka akan ikut beriĀ­badah,ā€ ungkapnya.

Baca Juga  Usai Bertengkar dengan Istri, Menantu Diduga Bakar Rumah Mertua

Dijelaskan Evi Yandri, dirinya meyakini dengan adanya wifi di musala dan masjid, anak-anak bisa memanfaatkannya untuk belajar. Dengan memperĀ­kuat ilmu agama kepada anak-anak, akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan negatif mauĀ­pun penyakit masyaĀ­raĀ­kat.

ā€œMemakmurkan muĀ­sala/masjid maka akan membentengi diri generasi muda dari pengaruh buruk penyakit masyaĀ­rakat (pekat), seperti keĀ­nakalan remaja, narkoba, tawuran,ā€ jelas Evi Yandri.

Berkaca dari pasien rehabilitasi pecandu narkoba dan ODGJ yang direhab di YPJI, dikatakan Evi Yandri, faktor utama mereka terjerumus ke dalam narkoba dan ODGJ yang sebelumnya bermula dari stres dan depresi, disebabkan adanya kekosongan ilmu agama pada diri mereka.

ā€œPengaruh narkoba akan merusak masa deĀ­pan generasi, begitu juga aksi tawuran serta kenakalan remaja lainnya. Oleh seĀ­bab itu, peran orang tua harus aktif di sini, selain meningkatkan ibadah dengan datang ke masjid bersama anak-anaknya,ā€ ujar Evi Yandri.

Sosialisasikan RehabiĀ­litasi Pecandu Narkoba dan ODGJ

Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, sejak sebelum menjadi anggota dewan, dirinya sudah fokus untuk menyelesaikan permasalahan sosial, mulai tawuran, LGBT, seks bebas, narkoba, ODGJ, kekerasan terhadap anak dan perempuan.

ā€œAwalnya, kami mendirikan YPJI yang fokusnya untuk merehabilitasi para pecandu narkona. Sejak beberapa tahun YPJI berkembang untuk merehabilitasi ODGJ. Temuan kita, ODGJ kurang terperhatikan. Memang ada rumah sakit jiwa milik pemerintah, tapi tidak semuanya terakomodir dan waktunya terbatas,ā€ kata Evi Yandri.

Baca Juga  RDP Bersama Kemendagri dan Komisi II DPR RI, Andree Algamar: ASN di Padang Netral!

Ditambahkan Evi Yandri, selama YPJI berdiri, sudah lebih ribuan orang yang direhabilitasi. SeĀ­dangĀ­kan yang sedang menjalani pengobatan saat ini ada 170 orang. Ia pun mengajak masyaĀ­raĀ­kat untuk tidak menutup-tutupi jika ada anggota keluarnya yang menjadi pecandu narkoba.

ā€œBagi kami, pecnadu itu adalah korban. Maka harus diselamatkan dan diobati. Ada solusi lain yaitu rehabilitasi. Sudah ribuan orang kita selamatkan. Kami berharap, kalau ada anggota keluarganya yang menjadi pecandu narkoba, silahkan bawa ke YPJI. Kalau tidak mampu sama sekali, tidak usah bayar,ā€ tegas Evi Yandri.

Selanjutnya, kata Evi Yandri, soal ODGJ, kebaĀ­nyakan masyarakat masih awam menanganinya. Biasanya dikurung, dipasung atau dilepas begitu saja. Kalau hanya faktor stres, depresi, atau narkotika dipastikan bisa diobati dan bisa sembuh.

ā€œSaya Cuma minta, kalau ada yang sudah direhab dan dipulangkan, tolong diterima dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai terlontar kata-kata yang membuat beban pikirannya, jangan dikucilkan. Tumbuhkan rasa percaya dirinya agar bisa menjadi normal seperti sedia kala,ā€ tutupnya. (*)