PADANG, METRO— Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman melaksanakan Safari RamadanĀ di Musala Nur Ishlah, Pasar Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang TiĀmur, Kota Padang, Sabtu malam (7/3).
Pada kesempatan itu, selain menampung aspirasi dari masyarakat, Evi Yandri bersama bersama Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) menyosialisasikan rehabilitasi para pecandu narkoba dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Tidak hanya itu saja, Evi Yandri Rajo BudimanĀ juga memberikan hadiah baju koko dan sembako kepada anak-anak yang bisa menjawab pertaĀnyaĀannya sekaligus menyeĀrahkan bantuan Rp 20 juta untuk kelanjutan pembaĀngunan musala tersebut.
āSafari Ramadan aĀdalah sebuah momentum dalam menjaring aspirasi dan menjalin hubungan lebih dekat dengan maĀsyaĀrakat. Bulan Ramadan ini memang sangat tepat untuk berkunjung, bersiĀlaturahmi, karena jamaah lintas generasi ada semua di masjid maupun musala,ā kata Evi Yandri.
Evi Yandri Rajo Budiman mengajak masyaĀrakat khususnya generasi muda dan anak-anak untuk untuk memakmurkan masjid. Satu upaya adalah memasang wifi (jaringan nirkabel) yang bisa mengundang anak-anak untuk datang ke masjid untuk bermain seĀkaligus belajar agama.
āMeskipun ada pro kontra, tetapi Insya Allah ini bisa sebagai upaya memakmurkan musala atau masjid, apalagi anak-anak. Apabila ada wifi di musala dan masjid, maka generasi muda akan bermain di sana, sehingga saat waktu salat masuk mereka akan ikut beriĀbadah,ā ungkapnya.
Dijelaskan Evi Yandri, dirinya meyakini dengan adanya wifi di musala dan masjid, anak-anak bisa memanfaatkannya untuk belajar. Dengan memperĀkuat ilmu agama kepada anak-anak, akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan negatif mauĀpun penyakit masyaĀraĀkat.
āMemakmurkan muĀsala/masjid maka akan membentengi diri generasi muda dari pengaruh buruk penyakit masyaĀrakat (pekat), seperti keĀnakalan remaja, narkoba, tawuran,ā jelas Evi Yandri.
Berkaca dari pasien rehabilitasi pecandu narkoba dan ODGJ yang direhab di YPJI, dikatakan Evi Yandri, faktor utama mereka terjerumus ke dalam narkoba dan ODGJ yang sebelumnya bermula dari stres dan depresi, disebabkan adanya kekosongan ilmu agama pada diri mereka.
āPengaruh narkoba akan merusak masa deĀpan generasi, begitu juga aksi tawuran serta kenakalan remaja lainnya. Oleh seĀbab itu, peran orang tua harus aktif di sini, selain meningkatkan ibadah dengan datang ke masjid bersama anak-anaknya,ā ujar Evi Yandri.
Sosialisasikan RehabiĀlitasi Pecandu Narkoba dan ODGJ
Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, sejak sebelum menjadi anggota dewan, dirinya sudah fokus untuk menyelesaikan permasalahan sosial, mulai tawuran, LGBT, seks bebas, narkoba, ODGJ, kekerasan terhadap anak dan perempuan.
āAwalnya, kami mendirikan YPJI yang fokusnya untuk merehabilitasi para pecandu narkona. Sejak beberapa tahun YPJI berkembang untuk merehabilitasi ODGJ. Temuan kita, ODGJ kurang terperhatikan. Memang ada rumah sakit jiwa milik pemerintah, tapi tidak semuanya terakomodir dan waktunya terbatas,ā kata Evi Yandri.
Ditambahkan Evi Yandri, selama YPJI berdiri, sudah lebih ribuan orang yang direhabilitasi. SeĀdangĀkan yang sedang menjalani pengobatan saat ini ada 170 orang. Ia pun mengajak masyaĀraĀkat untuk tidak menutup-tutupi jika ada anggota keluarnya yang menjadi pecandu narkoba.
āBagi kami, pecnadu itu adalah korban. Maka harus diselamatkan dan diobati. Ada solusi lain yaitu rehabilitasi. Sudah ribuan orang kita selamatkan. Kami berharap, kalau ada anggota keluarganya yang menjadi pecandu narkoba, silahkan bawa ke YPJI. Kalau tidak mampu sama sekali, tidak usah bayar,ā tegas Evi Yandri.
Selanjutnya, kata Evi Yandri, soal ODGJ, kebaĀnyakan masyarakat masih awam menanganinya. Biasanya dikurung, dipasung atau dilepas begitu saja. Kalau hanya faktor stres, depresi, atau narkotika dipastikan bisa diobati dan bisa sembuh.
āSaya Cuma minta, kalau ada yang sudah direhab dan dipulangkan, tolong diterima dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai terlontar kata-kata yang membuat beban pikirannya, jangan dikucilkan. Tumbuhkan rasa percaya dirinya agar bisa menjadi normal seperti sedia kala,ā tutupnya. (*)






