PAYAKUMBUH/50 KOTA

Ratusan Siswa Lewati Jalan Berlubang Setiap Hari Menuju Sekolah

×

Ratusan Siswa Lewati Jalan Berlubang Setiap Hari Menuju Sekolah

Sebarkan artikel ini
JALAN RUSAK DAN BERLUBANG— Siswa saat melewati jalan berlubang yang sangat membahayakan keselamatan pengendara.

LIMAPULUH KOTA, METRO –Ratusan pelajar di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, harus melewati jalan rusak dan berlubang setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi infrastruktur yang belum kunjung diperbaiki itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya para siswa.

Kerusakan terjadi di ruas jalan penghubung antar nagari yang menjadi akses utama masya­rakat setempat, terlihat sudah sangat parah. Permukaan jalan yang di­penuhi lubang cukup da­lam membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun karena genangan air me­nutupi kerusakan jalan.

Akibat kondisi tersebut, para pelajar yang menggunakan sepeda mo­­tor maupun kendaraan umum kerap mengalami kesulitan saat berangkat ke sekolah. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan, jalan rusak juga membuat sebagian siswa terlambat tiba di sekolah.

Baca Juga  Mengelola Pendidikan Kemandirian, MAN 1 Payakumbuh Gelar Lomba Vocasional

Anggota Pimpinan A­nak Cabang Pemuda Pancasila setempat, Oki, me­ngatakan kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada perbaikan maksimal dari pihak terkait. “Kalau hujan, lubangnya tertutup genangan air sehingga pengendara sering tidak melihat jalan yang rusak,” ujar Oki kepada media, Jumat (29/5).

Hal senada disampaikan salah seorang tokoh muda setempat, Sandi, Ia menyebut beberapa pelajar dilaporkan pernah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke lu­bang jalan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi itu dinilai harus segera mendapat perhatian pemerintah.

Baca Juga  Bupati Limapuluh Kota Komitmen Jalankan Perintah Presiden

“Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan ja­lan agar aktivitas warga, khususnya pelajar, bisa lebih aman lancar dan juga memperbaiki PJU (Penerbangan Jalan Umum) banyak yang tidak berfungsi dan menyala,” kata Sandi.

Selain menjadi akses pendidikan, jalan tersebut juga merupakan jalur pen­ting penghubung antar nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Warga berharap peme­rintah daerah segera me­ngambil langkah perbaikan guna mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas ma­syarakat. (uus)