PAYAKUMBUH, METRO — Belasan anak muda yang hendak melakukan balap liar di Jalan Sukarno-Hatta, berhasil dijaring Satpol PP Kota Payakumbuh bersama 9 unit kendaraan bermotor, Minggu (8/3) dinihari. Operasi yang digelar Pol PP ini juga berhasil membubarkan anak-anak muda dan remaja yang hendak balap liar.
Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita, mengatakan bahwa razia yang dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap terjadi di kawasan tersebut dan membuat resah masyarakat setempat.
“Kita malam hari ini menertibkan anak-anak muda yang kebanyakan melakukan balap liar setiap malamnya. Belasan orang kita bawa kekantor bersama 9 unit kendaraan bermotor yang dipakai untuk aksi balap liar,” ujar Dewi Novita.
Menurut Dewi, begitu Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita disapa, aksi balap liar biasanya berlangsung tengah malam hingga menjelang subuh. Terutama disaat jalanan di Kota Payakumbuh sepi. “Mereka melaksanakan balap liar ini biasanya di atas jam 12 malam sampai sekitar pukul 04.00 WIB subuh,” sebutnya.
Ia menambahkan, razia terhadap balap liar sebenarnya sudah berulang kali dilakukan oleh Sat Pol PP. Namun, aktivitas tersebut masih saja terjadi dan kerap meresahkan masyarakat sekitar. “Kita sudah sering melakukan razia dan sudah berulang-ulang kali kita lakukan penertiban, tapi aktivitas balap liar ini masih saja terjadi,” jelasnya.
Lebih lanjut Dewi menyebutkan, keluhan masyarakat terutama datang dari warga yang tinggal di sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Laporan terkait balap liar bahkan hampir setiap hari masuk ke pihak Satpol PP. “Laporan dari masyarakat hampir setiap hari masuk kepada kami terkait balap liar yang sudah sangat mengganggu dan meresahkan warga Kota Payakumbuh di kawasan Jalan Soekarno-Hatta,” tambahnya.
Untuk kendaraan yang diamankan, pemilik diminta menstandarkan kembali kendaraan mereka, terutama yang menggunakan knalpot racing atau knalpot brong. Proses pengambilan kendaraan baru dapat dilakukan pada hari kerja.
“Kita menghimbau kepada pemilik kendaraan (terjaring) atau yang menggunakan knalpot racing agar menstandarkan kembali kendaraannya. Proses pengambilan kendaraan nanti dilakukan pada hari Senin,” ujarnya.
Sebagai upaya memberikan efek jera, pihak Satpol PP juga akan memanggil orang tua dari para remaja yang terjaring razia. “Untuk efek jeranya nanti kita akan memanggil orang tua dari anak-anak yang terjaring malam ini, sekaligus meminta mereka menstandarkan kembali kendaraan roda dua yang sudah kita amankan sebelum diambil,” jelas Dewi. (uus)






