PADANG, METRO—Pohon karet berukuran besar tumbang menimpa rumah warga hingga merubuhkan dinding dan menjebol atap di kawasan Bukit Putus RT 01 RW 011, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin dinihari (22/6).
Beruntung, bencana pohon tumbang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Hanya saja, pohon tumbang membuat rusak rumah milik Nurli (55) hingga menimbulkan kerugian materil.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Pohon karet yang tumbang tersebut memiliki panjang sekitar 15 meter dengan diameter mencapai 50 sentimeter.
“Peristiwa tersebut dipicu hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Padang pada Minggu malam (21/6). Sebuah pohon karet tumbang dan langsung menimpa rumah salah seorang warga bernama Nurli. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Hendri Zulviton saat memberikan keterangan, Senin (22/6).
Ditambahkan Hendri, setelah mendapat laporan dari warga, tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang langsung dikerahkan ke lokasi di bawah komando langsung Kalaksa dan Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL).
“Proses evakuasi dan pembersihan material pohon baru bisa dilaksanakan secara intensif pada Senin siang pukul 12.00 WIB. Anggota TRC PB sudah melakukan pengerjaan pemotongan dan pembersihan pohon di lokasi. Berkat kesigapan tim di lapangan, saat ini kondisi terakhir pohon yang menimpa rumah warga tersebut sudah selesai dievakuasi dan dibersihkan,” tambah Hendri.
Meski tidak memakan korban jiwa, kata Hendri, pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materiil yang cukup signifikan. Berdasarkan pendataan awal dari tim Pusdalops-PB BPBD Kota Padang di lapangan, total kerugian akibat kerusakan bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp7 juta.
“Pohon tumbang sudah selesai dikerjakan dan kondisi lokasi saat ini sudah aman. Kami kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu bisa kembali terjadi,” tutupnya. (*)






