PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pj Wako Payakumbuh Ikuti Rakor Bersama Mendagri dan Kemenaker

×

Pj Wako Payakumbuh Ikuti Rakor Bersama Mendagri dan Kemenaker

Sebarkan artikel ini
IKUT RAKOR— Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno mengikuti rakor bersama Mendagri dan Kemenaker secara daring.

POLIKO, METRO–Pj.Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, mengikuti rapat koordinasi bersama kementerian dalam Negeri dan kementerian tenaga kerja secara daring diari ruang pertemuan Randang lantai II Kantor Walikota Payakumbuh, Kamis (31/10).

Pembahasan antisipasi terkait maraknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan persiapan penetapan upah minimum tahun 2025 ini Suprayitno turut didampingi Sekretaris Daerah, Rida Ananda, Plt. Asisten II ekonomi dan pembangunan, Wal Asri, kepala Dinas Kokunikasi dan Informatika, Junaidi, kepala bagian perekonomian Setdako, Arif Siswandi, kepala bagian umum Setdako, Budi Kurniawan, dan kepala bidang Tenaga Kerja Elya Harmi bersama jajaran.

Diawal penyampaian dan dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Rakor berlanjut pada penyampaian dan paparan dari Menteri Tenaga Kerja, Yassierli terkait semua hal yang telah diagendakan untuk Rakor dilangsungkan.

Banyak hal yang disampaikan Yassierli dalam paparannya, terkait dengan PHK yang terjadi selama ini, Menteri Tenaga Kerja menghimbau kepada seluruh kepala daerah agar dapat menjaga stabilitas dan kondusifitas bagi industri/perusahaan serta para pekerja/buruh dan karyawan agar bisa terjaga

Baca Juga  Bawaslu Benteng Terakhir Penentu Kualitas Pemilu

Lebih lanjut, Yassierli menekankan jika Kementrian Tenaga Kerja telah menyusun agenda penting ketenagakerjaan yang akan segera diselesaikan, diantaranya pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi mengenai uji materil UU cipta kerja kluster ketenagakerjaan, penyerahan 22 jenis data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kepada Kemnaker untuk diteruskan kepada Gubernur sebagai dasar penghitungan upah minimum, masa sidang dewan pengupahan Provinsi, batas akhir pengelana Upah Minimum Provinsi (UMP).

Kemudian, masa sidang dewan pengupahan Kabupaten/Kota, batas akhir penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota, dan pemberlakuan Upah Minimum Provinsi dan Kabupaten/Kota pada 1 Januari 2025 mendatang.

Rakor yang dipimpin Tito Karnavian (Mendagri) itu diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia, Gubernur dan Wali Kota/Bupati.

Setelah mendengarkan arahan dan paparan dari Kemnaker, Pj. Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno  kepada media mengatakan jika banyak pesan yang disampaikan Menaker terkait isu PHK dan UMP yang akan segera ditetapkan.

Baca Juga  Riza Falepi Intruksikan Jajaran Aktif Kampanye Menginformasikan Terkait Virus Carona POLIKO, METRO Selain membentuk Tim Khusus Penanganan Virus Corona (Covid-19), Wali Kota Riza Falepi menginstruksikan jajarannya untuk aktif melakukan kampanye untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan seputar virus berbahaya itu, disamping juga sekaligus mengajak warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Di samping menugaskan petugas puskesmas untuk giat ke kelurahan dan kecamatan, kampanye tersebut juga sudah dimulai dari lingkungan pemerintahan dengan menempatkan banner informasi virus corona di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lantai 1 Balaikota Eks Lapangan Poliko sejak Jumat (5/3) lalu. "Nanti warga atau pegawai pemko yang masuk ke Balaikota, itu kita berikan informasi tentang virus ini dan warga juga harus menyampaikan informasi ini kepada warga lainnya, serta yang lebih penting itu bagaimana untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Wali Kota Riza Falepi. Bentuk aksi kampanye pemko dalam menanggulangi virus corona ini salahsatunya penyampaian himbauan tentang Corona Virus (Covid-19) kepada lintas sektor yang dilakukan oleh Petugas Puskesmas Ibuh bersama Camat Payakumbuh Barat, Rabu (11/3), "Kami Puskesmas Ibuh siap membantu dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, waspada bukan berarti panik," kata Kepala Puskesmas Ibuh dr. Fadlan. Sementara itu, warga yang datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Payakumbuh yang ikut diajak berkampanye Corona, Faisal Afdhal siswa SMAN 1 Payakumbuh menyebut aksi ini sangat membantu mendapatkan informasi dan meredam kepanikan akibat simpang siur indormasi yang beredar di dunia maya. "Di lingkungan anak-anak sekolah itu kami dapat informasi lewat internet, kadang-kadang informasi dari setiap media itu berbeda, sehingga jadi bingung. Namun ketika kami dapat informasi dari pemko ini rasanya cukup mencerahkan, bagus sekali," ungkapnya. (us)

“Alhamdulilah, bapak menteri tadi meminta agar komunikasi dengan para pekerja dan pengusaha agar dapat dipererat lagi guna persiapan untuk penetapan upah minimum yang akan diberlakukan tahun 2025 nanti agar dapat dirembukan secara bersama,” ucap Suprayitno.

Terkait dengan PHK, Suprayitno sampaikan bahwa sebentar lagi proses pesta demokrasi akan segera dihelat, dan untuk hal ini tentunya harus sama-sama kita jaga agar situasi dan kondisi dimasa hingga pesta demokrasi dilaksanakan berlangsung kondusif,” ungkapnya.

“Dimasa (pesta demokrasi) saat ini sangatlah krusial. Bapak menteri menghimbau agar situasi di daerah dapat terjaga, jangan sampai terjadi gejolak di tengah masya­ra­kat yang akan berdampak terha­dap ekonomi menjadi tidak baik,” beber Suprayitno.

Untuk himbauan Menaker ter­sebut, Suprayitno tekankan akan segera dilakukan upaya dari Disnaker Kota Payakumbuh untuk deteksi dini potensi-potensi perselisihan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Payakumbuh dalam upaya pencegahan perselisihan hubungan industrial terutama PHK masal. (uus)