SOLOK, METRO – Empat hari setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, denyut wisata di kawasan Danau Diatas, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, masih terasa begitu hidup.
Rabu (25/3/2026), kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut itu tetap dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Awan putih yang menggantung di permukaan danau berpadu dengan hawa sejuk khas pegunungan menyambut setiap wisatawan yang datang.
Lanskap alam yang terbentang luas, dikelilingi perbukitan hijau, seolah menjadi magnet yang sulit ditolak, bahkan setelah puncak arus libur Lebaran berlalu.
Dari kawasan rest area hingga sekitar Masjid Ummi Alahan Panjang, aktivitas wisata tampak tak surut.
Area perkemahan dipenuhi tenda, sementara villa, homestay dan penginapan di sekitar danau nyaris tanpa kamar kosong. Kafe-kafe yang menyajikan kopi khas Solok juga dipadati pengunjung yang ingin menikmati minuman di tengah udara dingin.
Arus kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut memperlihatkan keragaman asal wisatawan. Pelat nomor dari berbagai provinsi di Sumatera hingga Pulau Jawa mendominasi area parkir, menandakan bahwa daya tarik Danau Diatas melampaui batas wilayah.
Tak hanya menikmati panorama, pengunjung juga memanfaatkan fasilitas wisata air seperti jetski. Sebagian memilih bermalam, menghabiskan waktu lebih lama untuk meresapi ketenangan dan keindahan alam yang ditawarkan.
Bagi masyarakat setempat, ramainya kunjungan ini menjadi berkah tersendiri. Momentum libur Lebaran berdampak langsung pada peningkatan pendapatan, mulai dari pengelola penginapan, penyedia jasa wisata, hingga pelaku UMKM yang menjajakan beragam produk kepada wisatawan.
Danau Diatas kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat, bukan hanya ramai saat puncak liburan, tetapi tetap memikat bahkan ketika suasana mulai berangsur normal. (Jef)









