SOLOK/SOLSEL

Bupati Solok Cek Langsung Lokasi Banjir Bandang Arosuka, Status Tanggap Bencana Disiapkan

×

Bupati Solok Cek Langsung Lokasi Banjir Bandang Arosuka, Status Tanggap Bencana Disiapkan

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Bupati Solok Jon Firman Pandu berikan arahan pada tim gabungan di lokasi bencana bandang Arosuka, Selasa (22/9).

SOLOK, METRO– Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung me­ninjau kawasan terdampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Selasa (22/9). Peninjauan dilakukan sehari setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.53 WIB. Banjir bandang me­nerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di Arosuka dan berdam­pak terhadap sejumlah fasi­litas pemerintahan serta permukiman warga. Sejumlah kantor pemerintah dilaporkan mengalami dampak cukup berat akibat material banjir yang masuk ke kawasan perkantoran. Da­lam kunjungan tersebut, Jon Firman Pandu melihat langsung kondisi sejumlah titik terdampak sekaligus mengecek kebutuhan pe­nanganan darurat di lapa­ngan.

Ia juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, perangkat nagari, serta unsur terkait lainnya. Turut hadir dalam peninjauan itu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Ka­polda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Wakil Bupati Solok Candra, Pj Sekda Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, anggota DPRD Kabupaten Solok, para asisten, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, kepala OPD dan unsur terkait lainnya.

Jon Firman mengatakan kehadiran langsung pemerintah di lokasi diperlukan untuk memastikan kondisi masyarakat dapat segera ditangani, terutama berkaitan dengan keselamatan warga dan kebutuhan mendesak pascabencana.  “Kita turun langsung untuk melihat kondisi ma­syarakat dan memastikan penanganan terhadap dam­pak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan ma­syarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” ujar Jon Firman Pandu.

Baca Juga  Jaga Stabilitas Harga dan Pastikan Ketersediaan Pangan, Pemko Solok Fokus Pemenuhan Pangan 

Bupati juga meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam pro­ses penanganan. Penda­taan dampak bencana, eva­kuasi warga, pembersihan material, hingga pe­mulihan fasilitas umum menjadi bagian yang perlu segera dilakukan.

Sejumlah fasilitas pemerintahan yang terdampak antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pariwisata, Dinas Ke­sehatan, Bapelitbang, Inspektorat, Badan Pendapatan Daerah serta Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.

Informasi mengenai dampak terhadap perkantoran tersebut juga telah disampaikan dalam laporan terkait banjir bandang Arosuka. Sejumlah kantor pemerintahan mengalami dampak akibat derasnya aliran air dan material banjir yang masuk ke kawasan kompleks perkantoran. Un­tuk mendukung penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana. Posko tersebut berada di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok dan di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok.

Baca Juga  Program Strategis, Percepat Pembangunan Infrastruktur,  Pemkab Solok Upayakan Berbagai Program Strategis

Posko bencana tersebut menjadi salah satu pusat informasi bagi ma­syarakat sekaligus lokasi koordinasi penanganan warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Solok juga akan menetapkan status tanggap bencana mulai Selasa (22/9). Status tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan proses evakuasi, pembersihan material dan penanganan fasilitas yang terdampak. “Penanganan bencana mem­butuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” kata Jon Firman.

Bupati turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem maupun bencana susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan segera melapor apabila menemukan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan. Sementara itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Solok, terdapat enam orang yang masuk dalam daftar korban terdampak. Dua orang di antaranya masih dalam pencarian. (vko)