AGAM/BUKITTINGGI

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Agam Hijaukan Kawasan Bekas Banjir Bandang Palembayan

×

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Agam Hijaukan Kawasan Bekas Banjir Bandang Palembayan

Sebarkan artikel ini
TANAM BIBIT POHON— Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Agam melaksanakan kegiatan penanaman 300 bibit pohon di kawasan bekas terdampak bencana hidrometeorologi di Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (24/6).

AGAM, METRO–Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Agam melaksanakan kegiatan penanaman 300 bibit pohon di kawasan bekas terdampak bencana hidrometeorologi di Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.

Kapolres Agam, AKBP Mua­ri, mengatakan ratusan bibit yang ditanam terdiri dari 200 pohon mahoni, 50 pohon durian, dan 50 pohon alpukat. Penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Agam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta masyarakat setempat.

“Bibit itu ditanam oleh For­ko­pimda, pejabat utama Polres Agam, kepala organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan masyarakat setempat,” kata AKBP Muari.

Baca Juga  Pemko dan DPRD Bukittinggi Setujui Perda SPBE dan RPPLH

Menurutnya, kegiatan penghijauan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan yang pernah dilanda bencana alam.

Ia menjelaskan, dalam ke­sem­patan itu jajaran Polres Agam bersama pihak terkait juga meninjau langsung lokasi bekas bencana untuk melihat perkembangan berbagai program penanganan dan pemulihan yang telah direncanakan pemerintah.

“Kita meninjau dalam memastikan apakah program itu terlaksana apa tidak,” ujarnya.

Kapolres berharap seluruh bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga mam­pu memperkuat daya se­rap tanah terhadap air hujan. Ke­beradaan pohon-pohon ter­se­but diharapkan dapat mem­ban­tu mengurangi risiko erosi, longsor, maupun banjir bandang yang berpotensi terjadi di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, upaya penghijauan merupakan salah satu langkah preventif yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

Baca Juga  Baznas Bagikan 180 Kantong Daging Kurban

“Ini tujuan dari penanaman pohon di wilayah terdampak bencana banjir bandang,” katanya.

Sawah Laweh merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah saat banjir bandang melanda Kecamatan Palembayan pada akhir November lalu. Selain Sawah Laweh, kawasan Su­ba­rang Aia dan Simpang Aia Tajun di Nagari Salareh Aia Timur juga terdampak akibat meluapnya aliran Sungai Batang Nangang.

Bencana tersebut me­nye­babkan kerusakan pada berbagai fasilitas dan permukiman warga, sehingga diperlukan upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, diharapkan kawasan yang pernah terdampak bencana dapat kembali hijau dan memiliki daya dukung lingkungan yang lebih baik untuk menghadapi cuaca ekstrem di masa depan. (pry)