PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah, Luncurkan Simphoni Pangan Perkuat Stabilitas Harga

×

Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah, Luncurkan Simphoni Pangan Perkuat Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
ANTUSIAS— Sejumlah warga antusias mengunjungi Gerakan Pangan Murah (GPM) sekaligus meluncurkan inovasi Simphoni di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7).

PAYAKUMBUH, METRO–Pemko Payakumbuh kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sekaligus meluncurkan inovasi Simphoni Pangan (Sistem Monitoring Per­kembangan Harga dan Informasi Pangan) sebagai langkah memper­kuat stabilitas harga pa­ngan, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7), mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh ber­bagai kebutuhan pokok dengan harga lebih ren­dah dibandingkan harga pasar. Program tersebut diperuntukkan bagi warga Kota Payakumbuh dengan menunjukkan fotokopi Kar­tu Tanda Penduduk (KTP).

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan peluncuran Simphoni Pangan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pe­nguatan sinergi antara pemerintah, Perum Bulog, pelaku usaha pangan, ke­lompok tani, distributor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yasrizal mengatakan Gerakan Pa­ngan Murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, mengendalikan inflasi da­erah, sekaligus memper­kuat ketahanan pangan masyarakat. “Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan ma­syarakat memperoleh kebutuhan pangan de­ngan harga yang terjangkau. Bersama seluruh pe­mang­­ku kepentingan, pemerintah juga terus menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan kebutuhan po­kok lainnya agar pasokan tetap aman dan harga tetap stabil,” katanya.

Baca Juga  ”Terima kasih Pak Bupati, Jalan Kami Alah Rancak”

Menurut Yasrizal, Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah menghadapi berbagai tan­tangan yang berpotensi memengaruhi sektor pangan, termasuk dampak perubahan iklim terhadap produksi maupun distribusi pangan.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga stabi­litas pangan memerlukan kolaborasi seluruh pihak. “Kami mengajak Perum Bulog, distributor, pelaku usaha pangan, kelompok tani, serta masyarakat untuk bersama-sama men­jaga stabilitas pasokan pangan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying, berbelanja sesuai kebutuhan, mengurangi pemborosan pangan, serta memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan ter­sebut, Pemerintah Kota Payakumbuh juga meluncurkan inovasi Simphoni Pangan yang dikembangkan Dinas Ketahanan Pa­ngan Kota Payakumbuh sebagai sistem pemantauan perkembangan harga dan informasi pangan secara terpadu. Yasrizal menjelaskan Simphoni Pangan mengintegrasikan proses pemantauan, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga penyebarluasan informasi mengenai harga, pasokan, dan kondisi pangan strategis secara cepat, akurat, dan berkelanjutan sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah. “Melalui Simphoni Pangan, perkembangan harga dan ketersediaan pangan dapat dipantau secara lebih cepat sehingga pemerintah mampu mengambil langkah antisipatif secara tepat apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus men­dukung pengendalian inflasi daerah. Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini, pemerintah menyediakan beras lokal Anak Daro sebanyak 3.700 kilogram dalam kemasan 10 kilogram dengan harga Rp130 ribu per kemasan.

Baca Juga  70 Warga Lareh Sago Halaban Dilatih Pembuatan Hiasan Busana

Selain itu, tersedia cabai merah sebanyak 317 kilogram seharga Rp25 ribu per kilogram, bawang merah 320 kilogram seharga Rp20 ribu per kilogram, gula pasir 320 kilogram seharga Rp13 ribu per kilogram, telur ayam sebanyak 320 tray seharga Rp35 ribu per tray, serta minyak goreng kema­san dua liter sebanyak 370 kemasan seharga Rp30 ribu. Edvidel menjelaskan Simphoni Pangan di­kem­bangkan untuk me­ning­katkan efektivitas pemantauan harga dan pasokan pangan strategis, menyediakan data dan informasi yang cepat, akurat, serta dapat dipertanggungja­wabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Selain mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sistem tersebut juga berfungsi mendeteksi secara dini potensi gejolak harga, kelangkaan pasokan, maupun gangguan distribusi pangan melalui mekanisme peringatan dini.

Informasi perkembangan harga pangan selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat melalui aplikasi MyKoPay, media sosial Dinas Ketahanan Pangan, laman resmi Pemerintah Kota Payakumbuh, serta siaran radio. “Melalui Gerakan Pangan Murah dan Simphoni Pangan, kami berharap ma­syarakat tidak hanya mem­peroleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tetapi juga mendapatkan akses informasi harga pangan yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau sehingga stabi­litas pasokan, harga, dan ketahanan pangan daerah dapat terus terpelihara,” ujar Edvidel. (uus)