AGAM,METRO–Nasib tragis dialami seorang perempuan lanjut usia bernama Jessica (75) warga Jorong Pasar Palembayan, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Pasalnya, ia dibunuh secara brutal oleh anak tetangganya lalu dikubur di belakang rumah, Selasa dinihari (31/3).
Namun, upaya pelaku bernama Aldes (30) yang berusaha menghilangkan jejak tragedi pembunuhan itu, tidak berhasil. Tetangga korban sempat mendengar adanya keributan dan teriakan minta tolong. Setelah menunuaikan salat Subuh, tetangga korban langsung memberitahukan warga lainnya.
Sontak saja, mendapat informasi seperti itu, warga beramai-ramai mendatangi rumah korban dan mendapati adanya darah berceceran di depan rumah korban. Sedangkan korban tidak ada di dalam rumah dan menghilang begitu saja. Warga kemudian berupaya melakukan pencarian.
Sekitar pukul 07.00 WIB,warga pun dibuat curiga dengan adanya bekas galian baru di belakang rumah korban. Warga selanjutnya melakukan penggalian hingga ditemukanlah jasad Nenek Jessica yang kondisinya mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.
Kasus itu langsung dilaporkan ke Polsek Palembayan. Tak berselang lama, Polisi datang ke lokasi melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi lalu membawa jenazah korban ke RSUD Lubuk Basung untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Beruntungnya, Polisi mendapatkan adanya rekaman CCTV terkait aksi pembunuhan nenek Jessica ini yang ternyata dilakukan oleh anak tetangganya bernama Aldes yang sempat hadir di tengah kerumunan warga saat Polisi melakukan olah TKP.
Polisi selanjutnya melakukan penangkapan terhadap pelaku Aldes di rumahnya yang berada persis di samping rumah korban. Pelaku langsung digiring ke Mapolsek Palembayan untuk menjalani pemeriksaan. Kepada penyidik, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya yang sudah membunuh nenek Jessica dengan motif dendam lama.
Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Safriadi mengatakan, aksi pembunuhan brutal ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan cara brutal. Korban disekap, lalu dibanting ke jalan rabat beton di depan rumahnya.
“Tak berhenti di situ, pelaku juga membenturkan kepala bagian belakang korban jalan beton sebanyak dua kali hingga korban tewas di tempat.Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku langsung menguburkan jasad korban di belakang rumah untuk menghilangkan jejak,” ungkap AKP Alwizi.
Ditambahkan AKP Alwizi, motif pembunuhan dipicu dendam lama yang dipendam pelaku sejak bertahun-tahun. Pada tahun 2016, orang tua pelaku pernah dituduh korban mencuri emas miliknya. Dendam itu ternyata masih tersimpan hingga akhirnya berujung pada aksi pembunuhan ini.
“Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jenazah korban terkubur di belakang rumahnya. Mendapat laporan tersebut, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi. Kurang dari tiga jam setelah laporan diterima, pelaku berhasil kami amankan. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Palembayan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas AKP Alwizi.
Dalam penanganan kasus ini, kata AKP Alwizi, pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Palembayan.Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar shock. Pasalnya, pelaku dikenal sebagai warga biasa dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelumnya.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami pastikan kasus ini ditangani secara profesional dan tuntas. Pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.
Diduga Pembunuhan Berencana
AKP Alwizi mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV yang didapatkan, pelaku sudah bolak-balik di depan rumah korban yang berada di belakang SMKN 1 Palembayan mulai dari pukul 01.00 WIB.
“Jadi pelaku ini sudah ada empat kali mengintai rumah korban. Pada pukul 4.30 WIB, korban keluar dari rumahnya untuk mencari kucingnya. Saat itulah, pelaku langsung menyekap korban menggunakan tangannya lalu membantingnya ke jalan beton hingga tewas,” kata AKP Alwizi. (pry)






