LIMAPULUH KOTA, METRO—Masayarakat Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di belakang pondok di kebun tidak jauh dari pemukiman, Rabu (8/4) sekitar pukul 12.30 Wib siang.
Saat diitemukan, korban yang diketahui berinisial H (48) ini terduduk dengan punggung tersandar ke sepeda motor dan sudah dikerumuni lalat. Selain itu, pada kedua tangannya ada luka sayatan hingga memutuskan urat nadi dan ditemukan pisau cutter serta Handphone (Hp) di samping korban.
Penemuan itu sontak mengundang kerumunan warga di lokasi. Tak berselang lama, Polisi yang mendapatkan laporan adanya penemuan mayat, datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lalu mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Indra Prakoso membenarkan adanya penemuan mayat perempuan di di belakang pondok tidak jauh dari rumah orang tuanya.
“Benar, ada penemuan mayat di Nagari Sungai Rimbang, Suliki. Tim Idenfirikasi dan Opsnal Satreskrim sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Dugaan sementara, korban meninggal karena bunuh diri menggunakan pisau cutter,” ungkap Iptu Indra kepada wartawan.
Sementara itu, Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra mengatakan, kronologis kejadian berawal pada Senin (6/4), diketahui korban pulang ke rumah orang tuanya di Jorong Sampanjang, Nagari Sungai Rimbang, sedangkan korban berdomisili di kawasan Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi.
“Korban setelah bertemu keluarganya di kampung, kemudian berpamitan balik ke Bukittinggi. Namun pihak keluarga di Bukittinggi menelpon keluarga di kampung, kalau H belum sampai juga ke rumah,” kata Iptu Doni.
Bahkan, ungkap Iptu Doni, keluarga korban sudah berusaha menghubungi namun nomor korban tidak aktif. Sejak berpamitan itulah, korban hilang kontak sebelum ditemukan meninggal di belakang pondok dikebun keluarga.
“Pada hari Rabu (8/4), sekira pukul 12.00 WIB, wali jorong setempat bersama keluarga mencari korban di sekitar kebun keluarganya dan menemukan korban di belakang pondok dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” ujar Iptu Doni.
Iptu Doni menambahkan, posisi korban ketika ditemukan terduduk menyandar ke motor dengan barang-barang masih lengkap. Kunci motor dan Hp tersimpan di kantong sepeda motor. Setelah motor digeser, korban langsung tertelentang dengan keadaan telah kaku dan dikerubungi lalat
“Temuan itu dilaporkan ke Polsek Suliki. Menanggapi laporan tersebut, Iptu Doni mengatakan pihaknya mendatangi lokasi penemuan mayat. Setelah kami amankan barang bukti pisau carter dan olah TKP, jenazah korban dibawa ke RS Ahmad Darwis Suliki,” tutur Iptu Doni.
Menurut Iptu Doni, saat pemeriksaan pada tubuh korban, ditemukan luka sayatan di nadi tangan kanan dan kiri korban. Selain itu juga ada pisau cutter dengan gagang merah di lokasi. Atas temuan itu, pihaknya menduga korban meninggal akibat bunuh diri.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keluarga, korban diketahui bekerja sebagai pedagang sate di Pasar Aur Bukittinggi. Korban juga sudah memiliki rumah di Bukittinggi. Korban sempat meninggalkan pesan kepada anaknya sebelum ditemukan meningal,” pungkas Iptu Doni.
sempat meninggalkan pesan kepada anaknya sebelum dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. (uus)






