PAYAKUMBUH/50 KOTA

Payakumbuh Uji Kesiapsiagaan 125 Personel Lintas Instansi

×

Payakumbuh Uji Kesiapsiagaan 125 Personel Lintas Instansi

Sebarkan artikel ini
HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA— Sejumlah personel mengikuti apel dan gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Sebanyak 125 perso­nel dari berbagai instansi dan relawan kebencanaan di Kota Payakumbuh me­ngikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh, Minggu  (26/4).  “Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Ini upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” ujar Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana peringatan HKBN itu.

Wawako Elzadaswarman mengingatkan bahwa Indonesia adalah ne­gara dengan risiko bencana tertinggi kedua di du­nia.  “Berdasarkan The World Risk Report 2023, hanya negara dengan indeks kerentanan tinggi yang berada di peringkat atas, dan Indonesia me­nempati posisi kedua dari 193 negara.” lanjut Elzadaswarman.

Kota Payakumbuh, me­­nurutnya, termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung. Ka­rena itu, gladi kesiapsiagaan kali ini dirancang untuk menguji tiga hal, yakni ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga  Erwin Yunaz Datangi RKN Ucapkan Selamat

Elzadaswarman me­minta seluruh peserta menganggap gladi yang berupa latihan kesiapsiagaan bencana ini sebagai situasi nyata.  “Ketajaman insting dan kecepatan ko­ordinasi Saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan urusan kesiapsiagaan sepenuhnya kepada pemerintah. Se­tiap keluarga, menurutnya, minimal harus memiliki rencana evakuasi man­diri. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai itu tidak hanya seremonial.

Setelah apel, peserta mengikuti gladi penanganan darurat yang melibatkan puluhan kendaraan operasional, termasuk dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, tiga unit motor trail dan satu armada damkar dari Satpol PP dan Damkar, serta dua unit motor patroli dari Dinas Perhubungan.

Baca Juga  TSR Bupati Kunjungi Masjid Raya Siamang Bunyi, Kekhawatiran Wali Nagari Kubang Dijawab Bupati

Jumlah peserta gladi berasal dari 19 unsur. Selain Pemerintah Kota, Pa­yakumbuh, hadir pula BA­SARNAS, PMI, ORARI, RAPI, TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dari Dinas Sosial, Pramuka, serta Koordinator KSB (Kampung Siaga Bencana) dari lima kecamatan se-Payakumbuh.

Jumlah peserta terbesar berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pa­yakumbuh dengan 33 o­rang, diikuti TAGANA (17 orang), Satpol PP & Dam­kar (10 orang), dan Pramuka (10 orang).

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian sesuai ketentuan masing-masing, seperti PDL (Pakaian Dinas Lapangan) atau kaus berwarna o­ranye bagi KSB.

Diketahui, pemerintah pusat melalui Badan Nasio­nal Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Tanggal itu dipilih untuk memperingati disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Ben­cana, yang menjadi landasan hukum sistem penanggulangan bencana di Indonesia. (uus)