BERITA UTAMA

Nagari Bayur Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Terputus

×

Nagari Bayur Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Terputus

Sebarkan artikel ini
BANJIR BANDANG— Material batu bercampur lumpur dan kayu menutupi badan jalan di Nagari Bayur, Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, diterjang bencana banjir bandang pada Kamis (7/12). Bencana itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Dampak banjir bandang pun sangat serius. Material batu bercampur tanah dan kayu menutupi badan jalan. Akibatnya, akses jalan pun menjadi terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Muzakkar mem­benarkan adanya kejadian itu, Menurutnya, hujan deras yang masih berlangsung mengakibatkan material banjir bandang me­luber ke jalan dan akses jalan menjadi terutup.

“Saat ini material beru­pa batu yang bercampur dengan tanah masih terus turun ke aliran sungai. Hal ini membuat kondisi di se­kitar area terdampak men­jadi sulit untuk dilalui,” ungkap Iptu Muzakkar.

Baca Juga  Pura-pura Shalat di Masjid, Pemuda Pengangguran Curi Uang Kotak Amal dan Hp Garin

Dijelaskan Iptui Muzak­kar, pihaknya tengah mela­kukan upaya untuk menga­tasi situasi darurat ini. Per­sonel Polsek Tanjung Ra­ya ma­sih berada di lokasi un­tuk membantu pena­nganan.

“Anggota menghadapi kendala, terutama karena material banjir yang belum dapat dibersihkan karena kondisi cuaca yang masih hujan. Kita sudah koordi­nasi dengan pihak terkait. Pem­bersihan material be­lum bisa dilakukan karena kon­disi masih hujan,” jelasnya.

Iptu Muzakkar me­ng­imbau agar warga yang berada di sekitar lokasi banjir bandang ini berhati-hati. “Ancaman banjir dan material yang turun masih menjadi risiko potensial bagi keselamatan warga,” katanya.

Sementara, Kepala Bi­dang Kedaruratan dan Lo­gistik (Kabid KL) BPBD Ka­bupaten Agam, Ichwan Pra­tama Danda menga­ta­kan, banjir bandang ter­sebut dilaporkan terjadi pada Ka­mis (7/12) pukul 17.55 WIB.

Baca Juga  Covid-19 Tambah 30.625 Kasus, Meninggal 1.579

“Benar ada banjir ban­dang. Bencana banjir ban­dang terjadi karena curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis siang (7/12),” kata Ichwan.

Meski demikian, Ich­wan belum menjelaskan korban jiwa atau masya­rakat yang terdampak keja­dian tersebut. Material banjir bandang berupa ka­yu dan batu menutupi ak­ses jalan dengan keting­gian mencapai 50 sentime­ter dan panjang 80 meter.

“Akibat banjir bandang, akses jalan tidak bisa dile­wati kendaraan. Saat ini, material banjir bandang masih turun dan berdam­pak ke perumahan warga. Tim kami sudah dilun­cur­kan ke lokasi bencana ter­sebut,” tuturnya. (pry)