BERITA UTAMA

Mesin Perahu Mati saat Melaut, 2 Nelayan Terombang-ambing Diselamatkan Basarnas

×

Mesin Perahu Mati saat Melaut, 2 Nelayan Terombang-ambing Diselamatkan Basarnas

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Kapal Basarnas menarik perahu nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Sibonta.

PADANG, METRO–Dua orang nelayan yang sempat terombang-ambing perahunya mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Sibonta, Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berhasil ditemukan dengan kondisi selamat, Minggu malam (20/8).

Kabar ditemykannya nelayan yang mengalami mati mesin itu dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik. Menurutnya, kedua nelayan yang diselamatkan bernama Riki (43) dan Riko (45).

“Nelayan yang terombang-ambing di perairan dekat Pulau Sibonta sudah bertemu. Alhamdulillah selamat,” kata Abdul Malik ketika dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga  Pengembang Sirekap Pastikan Tak Ada Manipulasi Suara

Dijelaskan Abdul Malik, nelayan yang ditemukan selamat itu dibawa ke kawasan Muaro Lasak dengan dibantu oleh Tim SAR gabungan. Begitu juga dengan perahunya juga dievakuasi dengan cara ditarik.

“Korban ditemukan jarak 10 mil dari daratan, ke arah perairan Pulau Pisang. Proses evakuasi dan penyelamatan berjalan lancar. Untuk kedua nelayan sudah dikembalikan kepada keluarganya,” ujar Abdul Malik.

Menurut Abdul Malik, Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi kapal dan nelayan setelah pihaknya mendapat laporan. Menurutnya, sesuai laporan, mereka terombang-ambing di perairan Pulau Sibonta.

Baca Juga  Ngaku Stress, Janda Muda Ketagihan Nyabu

“Penyebabnya, kapal yang berisikan dua nelayan itu mengalami mati mesin saat pergi mencari ikan. Peristiwa itu dilaporkan ke Basarnas pada Minggu (20/8) pukul 14.30 WIB,” jelas Abdul Malik.

Abdul Malik menuturkan, perahu berisi dua nelayan itu diketahui berangkat pukul 09.00 WIB mencari ikan di Pulau Bindalang. “Pada pukul 14.30 WIB korban menghubungi rekannya bahwa kapalnya mati mesin di sekitar Pulau Sibonta. Dengan ditemukannya kedua nelayan itu, operasi pencarian dan penyelamatan ditutup,” pungkasnya. (cr2)