PASAMAN, METRO— Upaya pencarian satu korban yang dilaporkan hilang diterjang bencana banjir bandang di Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, pada Jumat (18/9) lalu, akhirnya membuahkan hasil di hari keenam.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polres Pasaman bersama tim Basarnas, BPBD, TNI, PMI, relawan dan masyarakat menemukan korban bernama Amri Anton (51), dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Gala-Gala, Rabu pagi (23/9).
Lokasi penemuan berada di kawasan Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, sekitar 2 Kilometer dari titik awal korban terbawa derasnya arus banjir bandang.
Pencarian pada Rabu pagi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel Sat Samapta Polres Pasaman dan Polsek Dua Koto bersama tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, relawan PMI serta masyarakat setempat.
Operasi pencarian dipimpin Kasat Samapta Polres Pasaman Iptu Hermanto, Tim menyisir aliran Sungai Gala-Gala dengan memeriksa sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi tersangkutnya korban, termasuk tumpukan kayu dan material yang terbawa banjir.
“Sejak pagi tim kembali menyisir aliran sungai dan memeriksa tumpukan kayu maupun material yang tersangkut. Alhamdulillah, sekitar pukul 09.30 WIB korban berhasil ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan proses evakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, “ ujar Iptu Hermanto.
Menurutnya, pencarian selama enam hari membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur mengingat kondisi medan serta aliran sungai yang cukup menyulitkan proses penyisiran.
“Kami mengapresiasi Basarnas, BPBD, TNI, PMI, para relawan dan masyarakat yang sejak awal bersama-sama melakukan pencarian. Sinergi semua pihak sangat membantu hingga korban akhirnya dapat ditemukan, “ katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Simpang Tonang untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan penyelenggaraan jenazah di rumah duka.
Polres Pasaman juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya ketika berada di sekitar sungai saat intensitas hujan meningkat. Masyarakat diminta segera menjauh dari aliran sungai apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa korban atas nama Amri Anto (51) ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban ditemukan sekitar 1,1 Kilometer dari lokasi kejadian awal (Last Known Position / LKP),” ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Abdul Malik memaparkan, operasi pencarian pada hari keenam ini dengan mengerahkan tim SAR gabungan yang dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) pada dua sektor dengan area pencarian seluas sekitar 7 Kilometer.
“SRU 1 melakukan penyisiran di Sektor A dengan radius sekitar 2,5 km, sementara SRU 2 menyisir Sektor Sektor B dengan radius sekitar 4,5 km,” tambahnya.
Meskipun petugas sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan yakni tebalnya sedimen tanah serta tumpukan material sisa banjir bandang, kerja keras unsur SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. (ped)






