BERITA UTAMA

Menyelam untuk Menembak Ikan, WNA asal Australia Ditemukan Tewas di Kedalaman 25 Meter

×

Menyelam untuk Menembak Ikan, WNA asal Australia Ditemukan Tewas di Kedalaman 25 Meter

Sebarkan artikel ini
TEWAS— WNA asal Australia tewas tenggelam di perairan depan Karang Majat, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI, METROSeorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia tewas tenggelam saat melakukan penyelaman sambil menembak ikan (spearfishing)  di perairan depan Karang Majat, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Kamis (30/7).

Korban diketahui bernama Michael Zack Hugo (29). Tim yang melakukan pencarian, menemukan korban meninggal di dasar laut dengan kedalaman 25 Meter. Saat ditemukan, korban masih memegang senapan ikan yang diguna­kannya untuk berburu ikan.

Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno A mengatakan, peristiwa bermula korban berangkat menggunakan bot yang dikemudikan operator berinisial JS menuju titik penyelaman di antara Pulau Pananggalat Besar dan Pulau Pananggalat Kecil untuk melakukan aktivitas spearfishing.

“Saat menyelam, korban sempat terlihat muncul sekali ke permukaan sebelum kembali menyelam ke dasar laut. Namun, hingga pukul 13.30 WIB kor­ban tidak kunjung kem­bali ke permukaan. Operator bot kemudian berkoordinasi dengan pihak resort untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban menyelam,” kata­AKBP Rory, Ming­gu (2/8).

Baca Juga  Liverpool VS Arsenal, Jaga Asa di Empat Besar

Selanjutnya, ungkap AKBP Rory, sekitar pukul 17.35 WIB, tim pencari  menemukan korban di ke­da­laman sekitar 25 meter dalam posisi terlentang di batu karang, di mana senapan ikan korban masih tersangkut seekor ikan hasil tangkapan.

“Terhadap jenazah korban didaktilakukan autopsi. Hal itu sesuai dengan permintaan tertulis dari pihak keluarga korban . Setelah seluruh prosedur administrasi pemulasaran dinyatakan lengkap , pada pukul 17.43 WIB, jenazah korban telah diberangkatkan menuju Bali menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA 165) untuk proses selanjutnya ke Australia,” ujar AKBP Rory.

Baca Juga  Ngaku untuk Operasional Perusahaan, Raplis Nekat Larikan Mobil Rental lalu Digadaikan

AKBP Rory menjelaskan, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tan­da-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban mengalami blackout atau kehilangan kesadaran akibat kehabisan napas saat berada di kedalaman laut.

“Dugaan sementara korban mengalami blackout karena kehabisan napas saat berada di kedalaman. Ketika hendak naik ke permukaan, korban sudah kehilangan kesadaran sehingga akhirnya tenggelam,” katanya.

AKBP Rory memastikan, saat kejadian kondisi cuaca di perairan Mentawai dalam keadaan baik dan tidak ditemukan adanya cuaca ekstrem. Wisa­tawan juga biasanya memilih beraktivitas ketika cuaca memang mendukung.

“Kami menghimbau ke­pada pengelola hotel atau resort  dan wisatawan lokal maupun wisatawan asing  untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan Mentawai,” tukasnya.(*)