PESSEL,METRO— Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang[anjang, dilaporkan hilang akibat digulung ombak hingga terseret arus saat mandi-mandi di Pantai Labuan Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rabu (19/8) sekitar pukul 16.45 WIB.
Korban bernama Rehan (23) ini mandi-mandi bersama bersama 14 mahasiswa lainnya, lantaran mereka sudah menyelesaikan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas.
Pascakejadian, Tim SAR gabungan yang mendapat laporan adanya orang hilang, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Sayangnya,hingga malam korban tak kunjung ditemukan.
Pencarian terhadap korban pun dilanjutkan pada Kamis pagi hingga sore (20/8). Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum berhasil ditemukan. Pencarian pun akan dilanjutkan lagi pada Jumat (21/8).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Armen mengatakan, sebelum kejadian para mahasiswa telah menyelesaikan seluruh program KKN.
“Malam sebelumnya mereka sudah melakukan perpisahan karena program KKN sudah berakhir. Besoknya mereka mandi-mandi, kemudian terjadi kejadian dengan ombak yang cukup besar dan arus balik. Rehan kemudian terseret arus. Kondisi ombak yang cukup besar dan adanya arus balik membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri,” kata Armen.
Armen menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, korban Rehan tidak pandai berenang. Setelah kejadian tersebut, tim gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban. Hingga Kamis (20/8), operasi pencarian telah memasuki hari kedua, namun Rehan belum ditemukan.
“Tim yang terlibat dalam pencarian terdiri dari BPBD, Basarnas, Polair, Marinir yang berada di Painan, TNI-Polri, masyarakat, pemerintah nagari, serta Kecamatan Batang Kapas. Pencarian masih terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tim gabungan berharap korban segera ditemukan,” ujar dia.
Rehan merupakan satu dari 15 mahasiswa ISI Padang Panjang yang melaksanakan KKN di Nagari Koto Nan Duo. Setelah rangkaian KKN berakhir, para mahasiswa tersebut dijadwalkan kembali ke kampus pada 22 Agustus 2026.
Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua kelompok untuk memperluas area penyisiran.
“Untuk hari kedua, tim gabungan kembali melaksanakan operasi SAR dengan membagi tim menjadi dua. Luas area pencarian sekitar 1 nautical mile persegi,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik menjelaskan, tim pertama melakukan penyisiran di laut menggunakan Landing Craft Rubber (LCR) yang dilengkapi motor penggerak. Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang bibir pantai.
“Pembagian tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian di area yang cukup luas. Tim A melakukan penyisiran laut menggunakan LCR, sedangkan Tim B melakukan pencarian dengan penyisiran di sepanjang bibir pantai,” jelasnya.
Abdul Malik mengungkapkan, operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi serta masyarakat setempat. Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Pesisir Selatan mengerahkan enam personel. Selain itu, turut terlibat satu personel TNI AL, satu personel Pol Airud, satu Babinsa Batang Kapas, lima personel Polsek Batang Kapas, tujuh personel BPBD Pesisir Selatan, tiga perangkat kecamatan serta sekitar 50 orang masyarakat.
“Tim juga menggunakan sejumlah peralatan dalam operasi pencarian, di antaranya rescue car carrier, LCR dan motor penggerak, peralatan SAR air, peralatan medis serta peralatan komunikasi. Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pencarian adalah luasnya area yang harus disisir,” tutupnya. (*)






